Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji area 9.150–9.200 pada perdagangan Selasa (20/1/2026), seiring menguatnya saham-saham perbankan besar menjelang musim laporan keuangan dan ekspektasi pembagian dividen.
Pada perdagangan Senin (19/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,64% ke level tertinggi baru sepanjang masa di posisi 9.133,8. Kenaikan indeks terjadi di tengah tekanan sentimen global akibat meningkatnya ketegangan hubungan antara Eropa dan Amerika Serikat, yang turut menekan nilai tukar rupiah hingga melemah ke level Rp16.955 per dolar AS.
Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal pergerakan IHSG masih menunjukkan momentum positif. “Terjadi pelebaran histogram positif MACD yang ditopang oleh kenaikan volume beli. Stochastic RSI masih bergerak menguat di area overbought, sehingga IHSG berpotensi menguji level 9.150–9.200,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (20/1/2026).
Dari sisi sentimen domestik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rencana percepatan proyek hilirisasi nasional. Phintraco Sekuritas mengungkapkan, Danantara dijadwalkan memulai groundbreaking enam proyek hilirisasi pada Februari 2026, mencakup komoditas bauksit, aluminium, bioavtur, hingga poultry.
Selain itu, proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) juga direncanakan masuk tahap groundbreaking pada bulan yang sama. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap analisis teknologi. Secara keseluruhan, nilai investasi proyek-proyek hilirisasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$6 miliar.
Tak hanya itu, Danantara juga akan memulai proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di empat wilayah pada periode Maret hingga Juni 2026. Proses seleksi penyedia telah rampung, dengan sebanyak 24 perusahaan dinyatakan lolos kualifikasi untuk mengikuti tender.
Seiring kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk perdagangan jangka pendek pada Selasa (20/1/2026), yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (INET), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

