Jayapura (tutur.co.id) — Tepat pukul 06.45 WIT, tiga armada kesatuan pengamanan TNI menjalankan misi menjemput pulang jenazah Nicholas F. Goselin (29), seorang pilot muda berkebangsaan Amerika Serikat yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Tragedi berdarah ini terjadi di tengah kesunyian lapangan terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, sebuah wilayah terpencil di bentang alam Papua Pegunungan yang mendadak berubah menjadi panggung teror.
Nicholas, yang menerbangkan pesawat Pilatus PK-RCY milik PT Associated Mission Aviation (AMA), baru saja mendaratkan burung besinya setelah menempuh perjalanan dari Wamena. Namun, apa yang seharusnya menjadi pendaratan rutin berujung pada petaka.
KKB tidak hanya melepaskan tembakan maut yang merenggut nyawa pilot muda tersebut, tetapi juga meluapkan amarah dengan membakar habis pesawat Pilatus PK-RCY hingga menjadi puing-puing gosong di tepi landasan.
Di dalam manifes penerbangan maut tersebut, terdapat tujuh penumpang yang ikut menjadi saksi mata mencekamnya situasi di Balinggama. Mereka adalah Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga dan Vaince Amo Hoso
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Artadiguna, mengonfirmasi bahwa dugaan kuat penyebab meninggalnya pilot berusia 29 tahun tersebut adalah akibat luka tembak senjata api milik KKB. Kendati demikian, otoritas keamanan masih menanti laporan final dari tim medis dan lapangan untuk memastikan kronologi detailnya.
“Tim sudah terbang dari Timika sejak pukul 06.45 WIT. Kami semua berharap dan berdoa agar proses evakuasi di medan yang berat ini dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Letkol Inf Wirya dengan nada bergetar penuh penegasan saat dihubungi dari Jayapura, Jumat pagi 3 Juli 2026.
Rencananya, begitu jasad Nicholas berhasil diangkat dari titik konflik, jenazah sang pilot akan langsung diterbangkan menuju Jayapura untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke tanah kelahirannya.

