Dallas (Tutur.co.id) – Australia akan menghadapi Mesir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Sabtu (3/7/2026) pukul 01.00 WIB. Kedua tim sama-sama tampil cukup impresif di fase grup dan kini berambisi mengamankan satu tempat di babak 16 besar.
Australia lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup D, sedangkan Mesir mengakhiri penyisihan Grup G di posisi kedua, hanya kalah selisih gol dari Belgia. Dengan kekuatan yang relatif berimbang, duel ini diprediksi berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Australia akan bertarung habis-habisan. Bagi The Socceroos, laga ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak 16 besar, melainkan pertaruhan harga diri sebagai satu-satunya wakil Asia yang masih bertahan di turnamen setelah Jepang tersingkir oleh Brasil.
Bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sejak 2006, Australia kembali memikul harapan jutaan pendukung di kawasan Asia untuk menjaga asa benua tersebut tetap hidup di panggung dunia. Dengan motivasi besar dan semangat seolah tidak ada hari esok, pasukan Tony Popovic dipastikan akan mengerahkan seluruh kemampuan demi mengukir sejarah sekaligus membuktikan bahwa Asia masih memiliki kekuatan untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Australia Andalkan Organisasi Permainan
Australia mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Turki. Namun, langkah Socceroos sempat terhambat setelah kalah 0-2 dari tuan rumah Amerika Serikat pada laga kedua.
Hasil imbang tanpa gol melawan Paraguay di pertandingan terakhir sudah cukup membawa tim asuhan Tony Popovic finis di posisi kedua Grup D dengan koleksi empat poin, tertinggal dua angka dari Amerika Serikat.
Pengalaman tampil di fase gugur menjadi salah satu modal utama Australia. Sebelumnya, Socceroos berhasil menembus babak 16 besar pada Piala Dunia 2006 dan 2022, meski langkah mereka terakhir kali harus terhenti setelah dikalahkan Argentina yang kemudian menjadi juara.
Laga melawan Mesir juga memiliki nilai historis tersendiri. Dari satu-satunya pertemuan sebelumnya pada laga persahabatan tahun 2010, Australia harus mengakui keunggulan Mesir dengan skor telak 0-3.
Apabila berhasil menang, Australia akan menghadapi pemenang laga Argentina kontra Tanjung Verde pada babak 16 besar.
Mesir Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Di kubu lawan, Mesir tampil cukup konsisten sepanjang fase grup. Tim asuhan Hossam Hassan mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan setelah bermain imbang 1-1 melawan Belgia, mengalahkan Selandia Baru 3-1, dan kembali bermain imbang 1-1 kontra Iran.
The Pharaohs hanya gagal menjadi juara grup karena kalah selisih gol dari Belgia.
Pencapaian lolos ke fase gugur menjadi catatan penting bagi Mesir. Mereka terakhir kali mampu menembus babak 16 besar Piala Dunia pada edisi 1934. Setelah tampil mengecewakan di Piala Dunia 2018 dengan selalu kalah dalam tiga pertandingan fase grup, performa pada edisi 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.
Kini, Mohamed Salah dan kolega berpeluang mencatat sejarah baru dengan membawa Mesir melangkah ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam lebih dari sembilan dekade.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Australia dipastikan kehilangan Jacob Italiano yang mengalami cedera pangkal paha serta Mathew Leckie yang masih dibekap cedera hamstring. Selain dua nama tersebut, Popovic memiliki skuad yang relatif lengkap.
Pelatih Australia diperkirakan tetap mempertahankan komposisi pemain yang tampil saat menghadapi Paraguay. Bek muda Lucas Herrington kembali dipercaya mengawal lini pertahanan, sementara Nestory Irankunda akan menjadi tumpuan di lini depan setelah mencetak satu gol pada Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Mesir dibayangi sejumlah persoalan kebugaran. Mohamed Salah masih berpacu dengan waktu untuk pulih dari cedera hamstring yang dialaminya saat menghadapi Iran. Selain Salah, Hamdy Fathy, Hossam Abdelmaguid, Mohamed Abdelmonem, dan Ahmed El Fotouh juga belum berada dalam kondisi terbaik.
Meski demikian, tim medis Mesir optimistis Salah bisa tampil sejak menit pertama. Di sisi lain, Mohanad Lasheen dipastikan absen karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
Prediksi Susunan Pemain
Australia: Patrick Beach; Alessandro Circati, Harry Souttar, Lucas Herrington; Jordan Bos, Aiden O’Neill, Jackson Irvine, Aziz Behich; Cristian Volpato, Nestory Irankunda, Connor Metcalfe.
Mesir: Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Rami Rabia, Karim Hafez; Ateya, Saber; Zizo, Mohamed Salah, Emam Ashour; Omar Marmoush.
Prediksi Australia vs Mesir
Pertandingan diperkirakan berlangsung sengit karena kedua tim memiliki organisasi permainan yang cukup solid sepanjang fase grup. Australia mengandalkan disiplin bertahan dan transisi cepat, sedangkan Mesir memiliki kualitas individu yang mampu mengubah jalannya pertandingan, terutama melalui Mohamed Salah dan Omar Marmoush.
Meski Socceroos dikenal memiliki semangat juang tinggi, pengalaman dan kreativitas lini serang Mesir diprediksi menjadi faktor pembeda. Apabila Salah berada dalam kondisi bugar, peluang The Pharaohs untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar akan semakin besar.
Prediksi skor: Australia 1-2 Mesir.

