Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (3/7/2026) di tengah penantian pelaku pasar terhadap data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) dan membaiknya sentimen dari Wall Street. BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak pada kisaran support 5.560 dan resistance 5.820.
Dalam riset hariannya, BRI Danareksa Sekuritas menyebut salah satu sentimen utama berasal dari rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang menunjukkan penambahan hanya 57 ribu lapangan kerja pada Juni 2026, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110 ribu.
Data tersebut mengindikasikan perlambatan pasar tenaga kerja akibat tingginya suku bunga dan berpotensi memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed). Kondisi itu dinilai menjadi sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk pasar saham.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support di 5.560 dan resistance di 5.820. Penembusan di atas area resistance berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan seiring membaiknya sentimen global,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Dari pasar global, pergerakan IHSG juga diperkirakan mendapat dorongan dari penguatan bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones melonjak lebih dari 1,14 persen, sedangkan S&P 500 ditutup menguat tipis. Sebaliknya, indeks Nasdaq terkoreksi 0,80 persen.
Di tengah kondisi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati, yaitu:
ISAT dengan target harga Rp1.855-Rp1.905.
ANTM dengan target harga Rp2.820-Rp2.960.
SGER dengan target harga Rp436-Rp460.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 49,44 poin atau 0,87 persen ke level 5.744. Meski demikian, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp237,87 miliar.
Aksi jual terbesar terjadi pada saham BBRI senilai Rp194,66 miliar, disusul MAPI sebesar Rp82,69 miliar dan ASII sebesar Rp75,70 miliar.
Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan sejumlah sektor, terutama sektor industri yang melesat 2,97 persen. Disusul sektor transportasi yang naik 2,22 persen, material dasar 2,16 persen, konsumer primer 1,78 persen, properti 1,04 persen, serta sektor keuangan yang menguat 0,72 persen.
Sejalan dengan penguatan indeks, sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan. Saham COCO melonjak 34,88 persen ke Rp232, MMIX naik 25 persen ke Rp580, TRUS menguat 25 persen menjadi Rp545, dan RMKO melesat 24,80 persen ke Rp312. Selain itu, BEEF naik 25 persen menjadi Rp200, sedangkan KDTN menguat 22,95 persen ke level Rp600.

