Miami (Tutur.co.id) – Timnas Argentina akan menghadapi debutan Piala Dunia, Tanjung Verde, pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, Sabtu (4/7/2026) pukul 05.00 WIB. Sebagai juara bertahan, La Albiceleste datang dengan status unggulan dan bertekad melanjutkan langkah mulus mereka menuju babak 16 besar.
Argentina tampil impresif sepanjang fase grup dengan menyapu bersih tiga pertandingan. Sementara itu, Tanjung Verde berhasil menciptakan kejutan besar dengan lolos ke fase gugur pada penampilan perdananya di Piala Dunia berkat pertahanan yang sangat disiplin.
Duel Argentina vs Tanjung Verde ibarat pertarungan langit dan bumi. La Albiceleste datang sebagai juara bertahan dunia dengan skuad bertabur bintang, pengalaman segudang di laga-laga besar, serta Lionel Messi yang masih menjadi pembeda di setiap pertandingan.
Sebaliknya, Tanjung Verde memang layak diapresiasi atas keberhasilannya menembus babak gugur pada debut Piala Dunia, tetapi mereka lebih mengandalkan semangat juang, disiplin bertahan, dan harapan akan sebuah keajaiban untuk menahan gempuran lawan.
Jika Argentina mampu tampil dengan standar permainan terbaiknya, hampir tidak ada alasan bagi mereka untuk gagal melangkah ke babak 16 besar. Satu-satunya peluang Tanjung Verde adalah keberuntungan benar-benar berpihak kepada mereka dan Argentina gagal memanfaatkan dominasi yang dimiliki.
Argentina Datang dengan Mental Juara
Argentina menjadi salah satu dari hanya tiga tim yang mampu meraih kemenangan sempurna di fase grup bersama Prancis dan tuan rumah Meksiko. Tim asuhan Lionel Scaloni juga masih mempertahankan reputasi sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Sejak kalah 0-2 dari Brasil pada semifinal Copa America 2019, Argentina belum pernah lagi menelan kekalahan di fase gugur turnamen besar. Dalam periode tersebut, Lionel Scaloni sukses mempersembahkan dua gelar Copa America pada 2021 dan 2023, serta membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kini, La Albiceleste kembali menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mencatatkan 10 kemenangan beruntun di ajang Copa America dan Piala Dunia. Rekor tersebut menjadi modal penting menghadapi laga hidup-mati kontra Tanjung Verde.
Lionel Messi Masih Jadi Andalan
Di usia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi sosok paling berbahaya dalam skuad Argentina. Kapten Albiceleste telah mengoleksi enam gol di Piala Dunia 2026 dan kini sejajar dengan Kylian Mbappe di puncak daftar pencetak gol terbanyak turnamen, meski Messi memainkan satu pertandingan lebih sedikit.
Kontribusi Messi begitu dominan. Enam dari total delapan gol Argentina di turnamen ini lahir dari kaki sang megabintang, atau setara dengan 75 persen produktivitas gol tim.
Meski demikian, Argentina berharap pemain lain mulai memberikan kontribusi lebih besar. Lautaro Martinez, Julian Alvarez, dan Enzo Fernandez diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap Messi pada fase-fase krusial turnamen.
Tanjung Verde Datang Tanpa Beban
Di sisi lain, Tanjung Verde telah mencetak sejarah pada penampilan perdana mereka di putaran final Piala Dunia. Dari empat negara debutan di edisi 2026 bersama Curacao, Yordania, dan Uzbekistan, hanya Tanjung Verde yang berhasil lolos ke babak gugur.
Keberhasilan tersebut diraih berkat organisasi pertahanan yang luar biasa. Blue Sharks sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga pembuka, bermain imbang 2-2 melawan Uruguay setelah sempat unggul, dan kembali mencatatkan clean sheet saat bermain imbang 0-0 menghadapi Arab Saudi.
Walau menjadi tim dengan jumlah gol paling sedikit di antara seluruh peserta babak gugur, kekuatan utama Tanjung Verde justru terletak pada disiplin bertahan dan kemampuan meredam agresivitas lawan.
Menghadapi Argentina tentu menjadi tantangan terbesar sepanjang sejarah sepak bola negara tersebut. Namun, skuad asuhan Bubista diyakini tetap akan bermain tanpa rasa takut demi menciptakan kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Argentina diperkirakan kembali menurunkan komposisi terbaiknya setelah melakukan rotasi pada laga terakhir fase grup. Lionel Messi, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul diprediksi kembali menghuni starting XI.
Di lini depan, Lautaro Martinez akan menjadi tandem Messi, sementara Enzo Fernandez dan Thiago Almada siap menopang kreativitas dari lini kedua.
Cristian Romero yang sempat mengalami masalah pada lutut juga dikabarkan telah pulih dan berpeluang kembali mengisi jantung pertahanan bersama Lisandro Martinez.
Sementara itu, Tanjung Verde mendapat kabar cukup baik terkait kondisi skuad. Jamiro Monteiro dan Kevin Lenini telah kembali berlatih setelah sempat mengalami cedera ringan. Hanya Telmo Arcanjo yang masih diragukan tampil akibat cedera otot.
Di lini depan, Dailon Rocha Livramento tetap dipercaya sebagai ujung tombak, didukung pemain berpengalaman Ryan Mendes yang masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Tanjung Verde.
Prediksi Susunan Pemain
Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Thiago Almada; Lionel Messi, Lautaro Martinez.
Tanjung Verde (4-1-4-1): Vozinha; Moreira, Pico, Diney, Steven Cabral; Kevin Lenini; Ryan Mendes, Duarte, Jamiro Monteiro, Jovane Cabral; Dailon Livramento.
Prediksi Argentina vs Tanjung Verde
Di atas kertas, Argentina memiliki kualitas individu, pengalaman, dan kedalaman skuad yang jauh lebih unggul dibandingkan Tanjung Verde. Kehadiran Lionel Messi menjadi pembeda utama yang berpotensi menentukan jalannya pertandingan.
Meski Tanjung Verde telah membuktikan diri sebagai tim dengan pertahanan yang sangat solid lewat dua clean sheet dan tiga hasil imbang di fase grup, menghadapi lini serang Argentina merupakan tantangan dengan level yang berbeda.
Apabila mampu mempertahankan disiplin permainan sekaligus memanfaatkan peluang secara efektif, Argentina diprediksi akan mengatasi perlawanan sengit Tanjung Verde dan melangkah ke babak 16 besar.
Prediksi skor: Argentina 2-0 Tanjung Verde.

