Nias (tutur.co.id)- PT Telkom Akses terus memperkuat pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) digital melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Fiber Academy. Program ini diwujudkan dengan pembangunan Laboratorium Fiber Optik di tiga SMK wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), yakni SMKN 1 Tuhemberua di Kabupaten Nias Utara, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi tutur.co.id, program tersebut merupakan hasil kerja sama Telkom Akses dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI untuk meningkatkan kompetensi pendidikan vokasi di wilayah 3T.
Direktur Human Capital & Information Technology Telkom Akses, Nizar, mengatakan transformasi digital Indonesia harus didukung pemerataan kualitas SDM hingga ke daerah. “Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal apabila peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota-kota besar. Dunia industri memiliki peran penting untuk membantu memperluas akses terhadap pendidikan dan kompetensi, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi berbagai keterbatasan,” ujarnya.
Melalui program senilai lebih dari Rp100 juta yang berlangsung selama enam bulan, para guru mengikuti pelatihan intensif mengenai konsep dasar fiber optik, instalasi jaringan, penyambungan serat optik, hingga pengukuran jaringan. Peserta juga memperoleh Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3. Selain itu, Telkom Akses membangun laboratorium praktik yang dilengkapi perangkat simulasi untuk mendukung pembelajaran berbasis industri.
Nizar berharap kolaborasi antara dunia industri dan sekolah vokasi mampu melahirkan talenta digital yang siap bersaing. Menurutnya, penyediaan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan sertifikasi akan membuat pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi talenta dari berbagai daerah untuk berkontribusi dalam pengembangan industri digital nasional.
Program CSR Fiber Academy diperkirakan memberikan manfaat bagi lebih dari 1.400 siswa di tiga SMK penerima manfaat. Selain memperoleh fasilitas laboratorium yang lebih representatif, para siswa juga berkesempatan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di STO Telkom terdekat selama maksimal enam bulan sebagai bekal memasuki dunia kerja.

