Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Gelombang Panas Eropa: 1000 Lebih Orang Spanyol Tewas ‘Terpanggang’
  • Komut Pertamina Tinjau Proyek Strategis di Tuban, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
  • BPS: Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik 5,83% pada Mei 2026
  • Kiwoom: Waspadai Volatilitas IHSG pada Juli, Ada 14 Agenda Pidato Presiden
  • Karakter Kuat Kongo di Laga Hidup Mati Jadi Alarm Bahaya untuk Inggris
  • Impor RI Naik 15,24% hingga Mei 2026, China Masih Jadi Pemasok Terbesar
  • Hari Bhayangkara: 80 Tahun Polri, Gagal Reformasi
  • ESDM: Seluruh Sektor Siap Terapkan Biodiesel B50, Tunggu Peresmian Presiden Prabowo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Impor RI Naik 15,24% hingga Mei 2026, China Masih Jadi Pemasok Terbesar

Impor RI Naik 15,24% hingga Mei 2026, China Masih Jadi Pemasok Terbesar

Makro Gusti Tetiro01 Juli 2026 / 16:45 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono dalam Jumpa Pers Berita Resmi Statistik, di Jakarta, Rabu (1/7/2026). ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai US$111,33 miliar atau meningkat 15,24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan terjadi baik pada impor migas maupun nonmigas.

Impor migas tercatat sebesar US$17,45 miliar atau naik 27,89% secara tahunan, sedangkan impor nonmigas mencapai US$93,88 miliar atau meningkat 13,16%.

“Jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan,” kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

China masih menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia dengan nilai mencapai US$39,27 miliar atau menguasai 41,83% dari total impor nonmigas.

Impor dari China didominasi mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya senilai US$8,73 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$8,43 miliar, serta plastik dan barang dari plastik senilai US$2,33 miliar.

“Impor nonmigas dari Tiongkok mencapai US$39,27 miliar. Ini terutama didominasi mesin dan peralatan mekanis (HS 84) dengan pangsa 22,24% dan tumbuh 15,20% secara kumulatif,” ujar Ateng.

Jepang menempati posisi kedua sebagai negara asal impor nonmigas terbesar dengan nilai US$5,17 miliar atau pangsa 5,51%. Komoditas utama yang diimpor meliputi mesin dan peralatan mekanis senilai US$1,07 miliar, besi dan baja sebesar US$700 juta, serta kendaraan beserta bagiannya senilai US$670 juta.

Sementara itu, impor nonmigas dari Australia mencapai US$5,02 miliar. Berbeda dengan China dan Jepang yang didominasi produk manufaktur, impor dari Australia terutama berupa logam mulia serta perhiasan atau permata senilai US$1,50 miliar dengan pangsa 29,83%, atau melonjak 216,88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga  Aturan DHE SDA Terbaru: 12 Bulan untuk Nonmigas, 3 Bulan untuk Migas

Indonesia juga mengimpor serealia senilai US$600 juta dan bahan bakar mineral sebesar US$560 juta dari Australia.

Selain ketiga negara tersebut, impor nonmigas Indonesia juga berasal dari negara-negara ASEAN dengan pangsa 14,88%, Uni Eropa sebesar 6,59%, serta negara dan kawasan lainnya yang secara kumulatif menyumbang 25,84% dari total impor nonmigas.

“Tiga besar negara asal impor yaitu Tiongkok, Jepang, dan Australia. Ketiga negara tersebut memberikan pangsa sebesar 52,69% dari total impor nonmigas Indonesia,” kata Ateng.

BPS headline Impor dari China Impor Indonesia 2026 Impor nonmigas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHari Bhayangkara: 80 Tahun Polri, Gagal Reformasi
Next Article Karakter Kuat Kongo di Laga Hidup Mati Jadi Alarm Bahaya untuk Inggris

Berita Lainnya

Gelombang Panas Eropa: 1000 Lebih Orang Spanyol Tewas ‘Terpanggang’

01 Juli 2026 / 18:28 WIB

BPS: Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik 5,83% pada Mei 2026

01 Juli 2026 / 17:58 WIB

Kiwoom: Waspadai Volatilitas IHSG pada Juli, Ada 14 Agenda Pidato Presiden

01 Juli 2026 / 17:18 WIB

Hari Bhayangkara: 80 Tahun Polri, Gagal Reformasi

01 Juli 2026 / 16:27 WIB

ESDM: Seluruh Sektor Siap Terapkan Biodiesel B50, Tunggu Peresmian Presiden Prabowo

01 Juli 2026 / 16:15 WIB

Neraca Dagang RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026, Surplus 72 Bulan Beruntun Berakhir

01 Juli 2026 / 15:45 WIB
Form Komentar Cancel Reply

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Kejar Platform Lain yang Ngeyel

Toto Pribadi14 April 2026 / 20:19 WIB

Gelombang Panas Eropa: 1000 Lebih Orang Spanyol Tewas ‘Terpanggang’

01 Juli 2026 / 18:28 WIB

Komut Pertamina Tinjau Proyek Strategis di Tuban, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

01 Juli 2026 / 18:15 WIB

BPS: Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik 5,83% pada Mei 2026

01 Juli 2026 / 17:58 WIB

Kiwoom: Waspadai Volatilitas IHSG pada Juli, Ada 14 Agenda Pidato Presiden

01 Juli 2026 / 17:18 WIB

Karakter Kuat Kongo di Laga Hidup Mati Jadi Alarm Bahaya untuk Inggris

01 Juli 2026 / 17:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.