Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Toyota New Hilux Resmi Meluncur di Indonesia: Mesin Lebih Garang, Ada Versi Setrum
  • Dito Ariotedjo Dicecar KPK 10 Pertanyaan di Kasus Korupsi Kuota Haji
  • Nadiem Makarim Kehabisan Kata-kata Usai Divonis 10 Tahun
  • Sumber Daya Alam: Berkah atau Kutukan?
  • Lolos OTT KPK, Bupati Kuansing dan Sekda Diminta Serahkan Diri
  • KPK Tangkap 10 Orang saat OTT di Kabupaten Kuansing Riau
  • Siaga Merah El Nino 2026: Indonesia Terancam Kering Kerontang!
  • Siap-siap! Soal Udara Bersih Hanoi Bakal Menang dari Jakarta
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Lingkungan»Siaga Merah El Nino 2026: Indonesia Terancam Kering Kerontang!

Siaga Merah El Nino 2026: Indonesia Terancam Kering Kerontang!

Lingkungan Toto Pribadi30 Juni 2026 / 19:02 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi Kondisi lahan yang mengering dan retak akibat minimnya curah hujan, menggambarkan dampak kekeringan ekstrem yang berpotensi meningkat seiring kemunculan fenomena El Niño.(Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Bayang-bayang krisis pangan dan bencana kabut asap kembali menghantui Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melempar alarm keras, fenomena El Nino 2026 diprediksi masuk kategori kuat dengan peluang kemunculan mencapai 98 persen. Jika tak diantisipasi, hantaman iklim ini siap memicu inflasi daerah akibat rontoknya produksi pangan.

Peringatan itu disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. Faisal menegaskan, El Nino kali ini bukan sekadar kemarau biasa.

Pertemuan darurat ini lintas sektoral, dihadiri mulai dari Kepala BNPB Suharyanto, Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar, hingga perwakilan Kemenko PMK dan Kantor Staf Presiden.

“Musim kemarau itu siklus tahunan, tapi El Nino datang periodik dan memperkuat kondisi kering. Ini yang berbahaya,” ujar Faisal.

Puncak petaka diperkirakan terjadi saat El Nino berpapasan langsung dengan puncak musim kemarau, yang diprediksi bertahan selama 9 hingga 12 bulan ke depan.

Zona Merah El Nino (Juli – Oktober 2026): Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, hingga Papua bagian selatan. Curah hujan di wilayah-wilayah ini dipastikan tiarap di bawah normal.

Ancaman Puso hingga ISPA
Dampak dari cekaman kekeringan ini dipastikan berantai. Di sektor pertanian, bayang-bayang gagal panen (puso) massal mengintai akibat defisit air yang parah. Strategi penyesuaian pola tanam dan efisiensi irigasi harus segera dieksekusi sebelum terlambat.

Tak hanya urusan perut, urusan paru-paru warga juga dipertaruhkan. El Niño kuat memicu lonjakan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah rawan rawa gambut. Di perkotaan, polutan yang terperangkap berpotensi meledakkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan serangan penyakit suhu panas ekstrem (heatstroke).

Baca Juga  Wamenko Pangan Luncurkan Faspol 5.0 dan Kompetisi PFsains 2026 untuk Dorong Hilirisasi Riset

“Setiap daerah punya karakteristik berbeda dari 699 Zona Musim yang kita miliki. Kepala daerah tidak bisa pakai formula yang sama. Harus koordinasi dengan UPT BMKG lokal,” kata Faisal menekankan pentingnya mitigasi berbasis wilayah.

Pasokan Listrik dan Inflasi Iklim
Lahan kering juga berarti ancaman bagi ketahanan energi nasional. BMKG mencatat, menyusutnya volume air di bendungan utama bakal memukul produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pemerintah didesak segera melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menabung air sebelum kapasitas waduk kritis.

Di akhir paparannya, Faisal mengingatkan agar para pengambil kebijakan memasukkan faktor risiko iklim (climate risk) dalam perencanaan ekonomi dan investasi. Jika pasokan pangan terganggu, stabilitas harga akan limbung dan inflasi daerah dipastikan melonjak.

“Dengan koordinasi lintas sektor yang kuat, bangsa ini bisa lebih tangguh menghadapi amukan iklim,” pungkasnya. Bola kini ada di tangan pemerintah daerah: bersiap atau bersiap menanggung krisis.

El Nino el nino godzilla El Nino Indonesia headline kekeringan pilihan editor siaga merah el nino
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSiap-siap! Soal Udara Bersih Hanoi Bakal Menang dari Jakarta
Next Article KPK Tangkap 10 Orang saat OTT di Kabupaten Kuansing Riau

Berita Lainnya

Nadiem Makarim Kehabisan Kata-kata Usai Divonis 10 Tahun

30 Juni 2026 / 20:24 WIB

Sumber Daya Alam: Berkah atau Kutukan?

30 Juni 2026 / 20:03 WIB

Siap-siap! Soal Udara Bersih Hanoi Bakal Menang dari Jakarta

30 Juni 2026 / 18:28 WIB

Latsarmil Koperasi Merah Putih Hanya Ganti Nama, Ada Udang di Balik Batu?

30 Juni 2026 / 18:00 WIB

Saat Kuasa Hukum Nadiem Protes usai Hakim Bacakan Vonis: Yang Mulia Takut?

30 Juni 2026 / 16:10 WIB

Latsarmil Disetop Lalu Ganti Nama, Gak Ada Lagi Latihan Menembak

30 Juni 2026 / 16:10 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lokasi Layanan SIM Keliling 25 Maret 2026

Galuh Parantri25 Maret 2026 / 09:06 WIB

Toyota New Hilux Resmi Meluncur di Indonesia: Mesin Lebih Garang, Ada Versi Setrum

30 Juni 2026 / 21:34 WIB

Dito Ariotedjo Dicecar KPK 10 Pertanyaan di Kasus Korupsi Kuota Haji

30 Juni 2026 / 21:14 WIB

Nadiem Makarim Kehabisan Kata-kata Usai Divonis 10 Tahun

30 Juni 2026 / 20:24 WIB

Sumber Daya Alam: Berkah atau Kutukan?

30 Juni 2026 / 20:03 WIB

Lolos OTT KPK, Bupati Kuansing dan Sekda Diminta Serahkan Diri

30 Juni 2026 / 20:02 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.