Jakarta (tutur.co.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap besaran uang pemerasan terhadap biro jasa di Bali saat melakukan pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA). Temuan ini berkaitan dengan kasus pemerasan yang menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim.
Uang pemerasan ini digunakan untuk mempermudah kepengurusan berkas pengurusan kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tetap (KITAP) di Kantor Imigrasi Ngurah Rai dan Denpasar.
“Karena kalau biro jasa tidak membayarkan sejumlah setoran yang diminta tersebut, maka proses pengajuannya tidak ‘diklik’. Sehingga dalam perkara ini kita mengenal juga ada “uang klik”, uang untuk memproses setiap pengajuan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Kamis 25 Juni 2026.
Budi mengatakan tidak ada nominal tetap yang dipungut terhadap biro jasa, pasalnya pemerasan pengurusan berkas KITAS dan KITAP jumlahnya bervariatif.
“Ada yang nilainya dari Rp100 ribu sampai Rp2,5 juta dalam setiap proses pengajuan dokumen, baik KITAS, KITAP, maupun dokumen keimigrasian lainnya,” ucapnya.
Kata Budi, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap biro jasa hari ini, KPK menduga uang tersebut dikumpul oleh oknum imigrasi dan kemudian dibagikan kepada atasan hingga bawahan pegawai staf.
“Uang-uang dari setoran para biro jasa ini dikumpulkan kemudian dibagi. Bahkan kemudian diberikan kepada pihak-pihak di level atas, untuk jabatan-jabatan di atas. Ada juga yang kemudian dibagikan di level teknis atau
di level staf. Ada yang kemudian dibagi secara mingguan,” jelasnya.
Adapun hari ini KPK melakukan pemeriksaan di Polrestabes Denpasar Bali terhadap 6 saksi guna kepentingan pendalaman penyidikan kasus pemerasan yang di lingkungan keimigrasian, berikut daftarnya:
1. I Gede Arya Wijaya – Direktur CV Visa Agung Bali
2. Ni Luh Gede Ratih Wijayastuti – Staf Operasional CV Visa Agung Bali
3. Santika Dewi – Staf Keuangan CV Visa Agung Bali
4. Marcellena Nirmala Chrisna Moeri – Wiraswasta
5. Agnes Natalia Tanuwijaya – Wiraswasta
6. Audria Rama Dhani – Staf PT Bali Soft/Agen

