Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Bos Infinity International Mangkir Pemeriksaan KPK Terkait Korupsi Bea dan Cukai
  • Periksa Eks Stafsus Gus Yaqut, KPK Dalami Aliran Uang Kemenag ke Pansus Haji DPR
  • Korupsi Bea Cukai: KPK Terima Bukti Transfer Blueray ke Ahmad Dedi Rp 30 M
  • OJK Proyeksikan Dana Kelolaan Rp13,89 Triliun pada 2027, Mayoritas Bersumber dari Industri Jasa Keuangan
  • Dua Kali Muncul di Persidangan, Djaka Budi Belum Diperiksa KPK?
  • Inggris vs Kroasia: Pertarungan Dua Generasi di Piala Dunia 2026
  • Penuh Rekor Messi di Piala Dunia 2026 Banjir Pujian, Menanti Respon Ronaldo
  • Polri Minta Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun di 2027, Ini Rinciannya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hukum»Dua Kali Muncul di Persidangan, Djaka Budi Belum Diperiksa KPK?

Dua Kali Muncul di Persidangan, Djaka Budi Belum Diperiksa KPK?

Hukum Ahmad Nuryaman17 Juni 2026 / 18:47 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ketua KPK Setyo Budiyanto (Foto: Antara)
Ketua KPK Setyo Budiyanto (Foto: Antara)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Nama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama disebut dua kali dalam persidangan Bos Blueray Cargo, John Field, terkait kasus suap di lingkungan Bea Cukai. Namun hingga kini KPK belum juga melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan penyidik hingga kini masih mencermati fakta-fakta yang muncul di persidangan. Namun ia menegaskan belum ada laporan yang diterimanya dari jaksa penuntut umum.

“Pasti penyidik akan mencermati apa yang sudah didapatkan oleh jaksa penuntut umum. Dari proses persidangan ini, informasi belum sifatnya laporan pengembangan penuntutan. Belum terinformasi secara resmi,” ujar Setyo di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta Pusat, Rabu 17 Juni 2026.

Padahal Djaka Budi disebut menerima suap 213.000 SGD dari Bos Blueray untuk melancarkan jalur importasi barang. Namun Setyo menyebut lembaganya tak ingin buru-buru, sebab semua harus melalui kajian dan pendalaman oleh tim penyidik.

“Kami mencermati, mengumpulkan informasi semuanya. Relevan tidak dengan BAP-nya, relevan dengan saksi-saksi yang lain. Semuanya menjadi bahan kajian sampai nanti ada keputusan lebih lanjut,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa Orlando Hamonangan alias Ocoy sebagai Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC, mengakui bahwa menjadi penghubung memberikan beberapa amplop kepada atasannya dari John Field Bos PT Blueray Cargo.

“Seingat saya itu, untuk yang dititipkan sama saya itu amplop cokelat nomor 2 sama nomor 1, pak,” kata Orlando, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Rabu 20 Mei 2026.

Mendengar keterangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan kepada Majelis bahwa hal itu benar adanya sesuai dengan barang bukti yang disita.

“Izin majelis berarti sesuai dengan data barang bukti yang kami sita dari Blueray. 1 itu yang dimaksud adalah Dirjen Bea Cukai Pak Djaka,” ujar Jaksa.

Baca Juga  Komisi IX DPR Pertimbangkan Usulan Buruh soal RUU Ketenagakerjaan Jadi UU Baru

 

bea cukai Blueray Cargo Djaka Budi Utama KPK Setyo Budiyanto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleInggris vs Kroasia: Pertarungan Dua Generasi di Piala Dunia 2026
Next Article OJK Proyeksikan Dana Kelolaan Rp13,89 Triliun pada 2027, Mayoritas Bersumber dari Industri Jasa Keuangan

Berita Lainnya

Bos Infinity International Mangkir Pemeriksaan KPK Terkait Korupsi Bea dan Cukai

17 Juni 2026 / 22:08 WIB

Periksa Eks Stafsus Gus Yaqut, KPK Dalami Aliran Uang Kemenag ke Pansus Haji DPR

17 Juni 2026 / 21:44 WIB

Korupsi Bea Cukai: KPK Terima Bukti Transfer Blueray ke Ahmad Dedi Rp 30 M

17 Juni 2026 / 20:34 WIB

Alasan Elza Syarief Lepas Sony: Takut Kedok Terbuka, Saya Dianggap Berbahaya

17 Juni 2026 / 13:42 WIB

Besok Hotel Sultan Bakal ‘Direbut Paksa’ Pemerintah, Tak Bisa Ditawar Lagi!

17 Juni 2026 / 11:54 WIB

Niko Kili Kili ke Sony Sonjaya: Korupsi Gak Usah Sok Suci

16 Juni 2026 / 17:48 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kepadatan Mina Masih Menjadi Persoalan, Perlu Terobosan!

Toto Pribadi29 Mei 2026 / 19:26 WIB

Bos Infinity International Mangkir Pemeriksaan KPK Terkait Korupsi Bea dan Cukai

17 Juni 2026 / 22:08 WIB

Periksa Eks Stafsus Gus Yaqut, KPK Dalami Aliran Uang Kemenag ke Pansus Haji DPR

17 Juni 2026 / 21:44 WIB

Korupsi Bea Cukai: KPK Terima Bukti Transfer Blueray ke Ahmad Dedi Rp 30 M

17 Juni 2026 / 20:34 WIB

OJK Proyeksikan Dana Kelolaan Rp13,89 Triliun pada 2027, Mayoritas Bersumber dari Industri Jasa Keuangan

17 Juni 2026 / 20:31 WIB

Dua Kali Muncul di Persidangan, Djaka Budi Belum Diperiksa KPK?

17 Juni 2026 / 18:47 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.