Makassar (tutur.co.id) – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mengambil data antemortem dari keluarga korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros.
Salah satu data antemortem yang telah diambil dari adik kandung kopilot pesawat IAT, Farhan Gunawan. Pengambilan sampel dilakukan tim Biddokkes Polda Sulsel di Crisis Center Kantor Aviation Security Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).
Proses pengolahan data antemortem dan identifikasi korban akan dipusatkan di RS Bhayangkara Makassar. Selain itu, Polda Sulsel telah menyiapkan langkah strategis dalam operasi pencarian dan evakuasi, termasuk pembentukan pos terdepan (pos aju).
“Dalam rangka pembuktian terhadap korban, sudah disepakati bahwa Rumah Sakit Bhayangkara menjadi rumah sakit rujukan untuk melaksanakan uji ant mortem,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro.
Proses pengambilan data dan pencocokan dengan para korban akan dibantu tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. Oleh karena itu, Djuhandhani berharap pihak keluarga segera menyerahkan data untuk membantu proses identifikasi korban.
Polda Sulsel juga menyiapkan skema khusus bagi keluarga korban yang berada di luar daerah dan tidak bisa hadir langsung di Makassar. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Biddokkes daerah asal keluarga korban untuk mengambil sampel antemortem.
Langkah itu telah dilakukan oleh Biddokkes Polda Jawa Barat, yang mengambil data antemortem dari salah satu keluarga korban. Pengambilan sampel antemortem dari keluarga korban atas nama Esther Aprilita itu telah dilakukan di Bogor.
“Seluruh Biddokkes dikerahkan dengan berkoordinasi dengan Kapusdokkes Polri untuk melakukan jemput bola,” ujar Djuhandhani.

