Makassar (tutur.co.id) – Foto-foto terbaru yang dirilis Basarnas pada Minggu siang memperlihatkan serpihan pesawat ATR 42-500 yang diketemukan tim gabungan Basarnas di kawasan terjal Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Serpihan-serpihan itu ditemukan terpisah di beberapa titik, mengindikasikan benturan keras pesawat sebelum berhenti di puncak bukit.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, M. Arif, mengatakan temuan awal serpihan terjadi pada pukul 08.02 WITA. “Serpihan jendela, ekor, dan badan pesawat ditemukan di sebelah utara, barat, dan selatan dari lokasi koordinat pencarian. Temuannya berpencar,” kata Arif dalam konferensi pers di Media Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Maros, Ahad siang.
Dalam foto-foto udara dan darat yang diterima redaksi, terlihat potongan badan pesawat sedang dipegang oleh petugas. Sementara foto lain menunjukkan sejumlah petugas memegang bagian sayap pesawat.

Basarnas mencatat lokasi puing berada di sekitar koordinat 04°55’45,2” Lintang Selatan dan 119°4’52,91” Bujur Timur. Untuk menjangkau titik tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan sekitar 1.200 personel dan membagi wilayah pencarian menjadi empat sektor penyapuan darat.
Foto lain menunjukkan Pasgat TNI Angkatan Udara dan anggota gabungan berada di puncak bukit setelah melakukan air landed. “Tim Pasgat TNI AU berjumlah enam orang kami turunkan langsung di puncak untuk menjangkau serpihan yang ditemukan,” ujar Arif.

Hingga Minggu siang, operasi masih difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban. Basarnas menyatakan proses ini menjadi prioritas utama sebelum pengamanan puing dan tahapan investigasi lanjutan dilakukan.
Konferensi pers perkembangan ini merupakan yang pertama sejak penemuan puing pesawat dan dihadiri para pemangku kepentingan utama, antara lain perwakilan Direksi Indonesia Air Transport Capt. Edwin, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Minggus ET Ganduguai, serta pejabat TNI dan instansi terkait lainnya.
Basarnas memastikan pembaruan informasi dan dokumentasi lapangan akan disampaikan secara berkala seiring perkembangan operasi di kawasan Bulusaraung.

