New York (Tutur.co.id) – Timnas Brasil mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan setelah bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga Grup C di MetLife Stadium, Sabtu malam.
Maroko tampil agresif sejak menit awal dan mampu memberikan tekanan tinggi yang membuat Brasil kesulitan mengembangkan permainan. Namun, kualitas individu para pemain Selecao kembali menjadi pembeda, terutama melalui aksi Vinicius Junior yang mencetak gol penyama kedudukan.
Hasil ini membuat persaingan di Grup C masih terbuka lebar. Brasil kini harus mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Haiti sebelum menghadapi Skotlandia pada laga terakhir fase grup.
Berikut tiga catatan penting dari duel Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026.
1. Start Lambat Jadi Alarm bagi Brasil
Brasil tampil jauh dari performa terbaiknya pada awal pertandingan. Maroko berhasil mengendalikan tempo permainan dan membuat Selecao lebih banyak bertahan selama 20 menit pertama.
Pada fase awal laga, Atlas Lions mendominasi penguasaan bola dan mampu menekan Brasil hingga kesulitan membangun serangan dari lini belakang.
Salah satu area yang paling sering dieksploitasi adalah sisi kiri pertahanan Brasil. Maroko beberapa kali berhasil menciptakan peluang berbahaya melalui sektor tersebut.
Tekanan yang terus-menerus akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-21 ketika Ismael Saibari mencetak gol pembuka bagi Maroko. Gol tersebut lahir dari skema serangan yang terorganisasi dengan baik dan menunjukkan lemahnya koordinasi lini belakang Brasil pada awal pertandingan.
Jika ingin melangkah jauh dan mewujudkan ambisi meraih gelar juara dunia, Brasil harus segera memperbaiki kebiasaan memulai pertandingan dengan lambat. Memberikan kontrol permainan kepada lawan sejak menit pertama bisa menjadi masalah besar ketika menghadapi tim-tim elite di fase gugur.
2. Vinicius Junior Kembali Jadi Pembeda
Saat permainan Brasil mulai kehilangan arah, Vinicius Junior muncul sebagai penyelamat.
Bintang Real Madrid tersebut mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-32 melalui aksi individu yang menunjukkan kualitas kelas dunia. Berawal dari penetrasi cepat di sisi kiri, Vinicius melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper Maroko, Yassine Bounou.
Gol tersebut tidak hanya mengubah skor, tetapi juga mengubah momentum pertandingan. Setelah gol itu, Brasil mulai tampil lebih percaya diri dan mampu mengimbangi permainan Maroko.
Penampilan Vinicius kembali mengingatkan publik pada tradisi panjang Brasil yang kerap mengandalkan pemain-pemain istimewa untuk mengubah jalannya pertandingan. Dari era Pele, Romario, Ronaldo, hingga Neymar, Selecao selalu memiliki sosok pembeda di momen-momen penting.
Kini, peran tersebut perlahan berada di pundak Vinicius Junior. Gol ke gawang Maroko menjadi gol ke-10 yang ia cetak dari 50 penampilan bersama Timnas Brasil.
3. Misi Trofi Keenam Langsung Mendapat Ujian
Target besar Brasil untuk meraih gelar dunia keenam atau yang dikenal dengan slogan Rumo ao Hexa langsung mendapat ujian sejak pertandingan pertama.
Meski tidak kalah, hasil imbang melawan Maroko membuat perjalanan Selecao menuju fase gugur menjadi lebih menantang dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.
Secara historis, Brasil dikenal sebagai tim yang hampir selalu memulai Piala Dunia dengan kemenangan. Dalam 20 edisi terakhir, mereka hanya beberapa kali gagal meraih tiga poin pada laga pembuka.
Fakta tersebut menunjukkan betapa pentingnya kemenangan pertama bagi tim yang berstatus salah satu favorit juara.
Kini, fokus Brasil beralih ke pertandingan melawan Haiti yang wajib dimenangkan untuk menjaga peluang menjadi juara grup. Setelah itu, mereka akan menghadapi Skotlandia pada laga penutup fase grup.
Kualitas skuad Brasil masih menempatkan mereka sebagai kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Namun, hasil melawan Maroko menjadi pengingat bahwa jalan menuju gelar keenam tidak akan mudah.

