Roma (Tutur.co.id) – Kiper sekaligus kapten Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, tak kuasa menahan emosinya setelah timnya kembali gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina melalui drama adu penalti di babak playoff menjadi pukulan berat bagi skuad Azzurri.
“Setelah pertandingan, saya menangis. Saya menangis karena kekecewaan tidak bisa membawa Italia ke tempat yang seharusnya,” ujar Donnarumma.
Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk Italia yang kini absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Sebuah situasi yang kontras dengan status mereka sebagai juara dunia empat kali. Kekalahan dari tim yang secara peringkat berada di bawah semakin menambah sorotan tajam terhadap kondisi sepak bola Italia saat ini.
Bagi Donnarumma, hasil ini terasa sangat personal. Sejak melakukan debut bersama timnas senior pada usia 17 tahun pada 2016, penjaga gawang yang kini memperkuat Manchester City itu belum pernah sekalipun merasakan tampil di ajang Piala Dunia.
Ia menegaskan bahwa kesedihan tidak hanya dirasakannya sendiri, tetapi juga oleh seluruh pemain dan pendukung tim. Meski demikian, ia tetap menyampaikan kebanggaannya memimpin Azzurri sebagai kapten.
“Saya menangis karena kesedihan yang sangat besar yang saya rasakan, bersama seluruh tim Azzurri, yang saya banggakan sebagai kapten,” katanya.
Dalam laga penentuan tersebut, Donnarumma gagal menggagalkan satu pun tendangan penalti lawan. Di sisi lain, dua eksekutor Italia justru gagal menuntaskan tugasnya, yang akhirnya memastikan langkah Bosnia dan Herzegovina ke putaran final.
Kegagalan ini menuai kritik luas dari media Italia, mengingat sejarah panjang dan reputasi tim sebagai kekuatan besar sepak bola Eropa. Namun, Donnarumma mengajak timnya untuk segera bangkit dan memperbaiki mentalitas.
Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai kembali, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri demi masa depan sepak bola Italia.
“Kita harus menemukan keberanian untuk membalik halaman sekali lagi. Dan untuk melakukannya dibutuhkan kekuatan, semangat, dan keyakinan,” pungkasnya.

