New Jersey (Tutur.co.id) – Timnas Brasil akan memulai perjuangannya di Grup C Piala Dunia 2026 dengan menghadapi wakil Afrika, Maroko, di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB.
Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Selecao yang bertekad menghapus kekecewaan setelah tersingkir di perempat final Piala Dunia 2022. Di sisi lain, Maroko datang dengan ambisi besar untuk kembali menciptakan kejutan seperti saat menembus semifinal empat tahun lalu.
Era Baru Brasil Bersama Carlo Ancelotti
Brasil memasuki Piala Dunia 2026 dengan wajah baru setelah Federasi Sepak Bola Brasil menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih asing pertama dalam sejarah tim nasional tersebut pada Mei 2025.
Pelatih asal Italia itu ditugaskan mengakhiri penantian panjang Brasil untuk meraih gelar juara dunia. Selecao masih menjadi negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima trofi, namun terakhir kali mengangkat trofi pada edisi 2002.
Menariknya, puasa gelar Brasil saat ini telah berlangsung selama 24 tahun, sama seperti rentang waktu antara gelar 1970 dan 1994 yang akhirnya berakhir di Amerika Serikat.
Meski lolos ke putaran final, perjalanan Brasil di babak kualifikasi tidak sepenuhnya mulus. Mereka mencatat delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan dari 18 pertandingan hingga finis di posisi kelima zona CONMEBOL.
Brasil bahkan menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Bolivia pada laga kualifikasi terakhir. Selain itu, mereka juga sempat kalah dari Jepang dan Prancis dalam laga persahabatan.
Namun, pasukan Ancelotti datang ke Piala Dunia dengan modal positif setelah meraih tiga kemenangan beruntun atas Kroasia, Panama, dan Mesir dengan total 11 gol.
Maroko Datang Sebagai Kuda Hitam
Setelah mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia pada 2022, Maroko kembali datang ke turnamen ini dengan status salah satu kuda hitam terkuat.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketujuh Atlas Lions di ajang sepak bola terbesar dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan sepak bola Maroko terbilang sangat pesat.
Sejak awal 2023, Maroko membukukan 33 kemenangan, 10 hasil imbang, dan hanya dua kekalahan dari 45 pertandingan. Saat ini mereka juga menempati peringkat ketujuh dunia FIFA, berada di atas Belanda, Belgia, dan Jerman.
Kesuksesan tersebut tak lepas dari peran Walid Regragui yang membawa Maroko menjadi kekuatan baru di sepak bola internasional. Namun, Regragui mengundurkan diri kurang dari 100 hari sebelum Piala Dunia dimulai.
Posisinya kini digantikan Mohamed Ouahbi yang berhasil mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima pertandingan pertamanya bersama tim senior.
Pada laga terakhir, Maroko bermain imbang 1-1 melawan Norwegia sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Rekor Pertemuan Beri Harapan untuk Maroko
Meski Brasil lebih diunggulkan, Maroko memiliki modal psikologis yang cukup baik. Dalam pertemuan terakhir kedua tim pada laga persahabatan Maret 2023, Maroko berhasil meraih kemenangan 2-1.
Namun secara keseluruhan, Brasil masih unggul dengan memenangi dua dari tiga pertemuan terakhir melawan Atlas Lions.
Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi Maroko untuk membuktikan bahwa pencapaian mereka di Qatar bukanlah kebetulan semata.
Brasil Tanpa Neymar
Brasil dipastikan tidak diperkuat Neymar pada pertandingan perdana ini. Pemain yang berstatus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Selecao tersebut masih menjalani pemulihan cedera betis dan belum siap tampil.
Selain Neymar, bek kanan Wesley juga harus absen dari Piala Dunia setelah mengalami cedera otot saat laga persahabatan melawan Mesir.
Sebaliknya, gelandang Ederson yang tengah dikaitkan dengan Manchester United mendapat panggilan mendadak ke skuad dan berpeluang tampil.
Ancelotti diperkirakan tetap mengandalkan sejumlah pemain bintang seperti Alisson Becker, Gabriel Magalhaes, Bruno Guimaraes, Vinicius Junior, dan Raphinha sejak menit pertama.
Sementara posisi penyerang tengah kemungkinan akan dipercayakan kepada Matheus Cunha yang tampil impresif bersama Manchester United sepanjang musim lalu.
Maroko Kehilangan Dua Pemain Penting
Di kubu Maroko, bek Nayef Aguerd dan winger Abde Ezzalzouli dipastikan absen karena cedera dan tidak akan tampil sepanjang turnamen.
Selain itu, kondisi Noussair Mazraoui masih diragukan setelah mengalami masalah pada bahunya saat menghadapi Norwegia.
Meski demikian, Maroko masih memiliki sejumlah pemain kunci yang siap menjadi ancaman bagi Brasil, termasuk kapten Achraf Hakimi dan gelandang serang Brahim Diaz yang sedang berada dalam performa terbaik.
Brahim Diaz telah mencetak 14 gol dari 26 pertandingan internasional dan diprediksi menjadi motor serangan Atlas Lions bersama Ismael Saibari dan Bilal El Khannouss.
Prediksi Susunan Pemain
Brasil (4-2-3-1):
Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Alex Sandro; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.
Maroko (4-3-3):
Bounou; Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui; Amrabat, El Aynaoui, Ounahi; Brahim Diaz, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss.
Prediksi Pertandingan
Brasil tetap menjadi favorit berkat kualitas individu yang lebih merata dan pengalaman tampil di turnamen besar. Namun, Maroko telah membuktikan dalam beberapa tahun terakhir bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Jika mampu meredam kecepatan Vinicius Junior dan kreativitas Raphinha, Maroko berpeluang menyulitkan Selecao. Sebaliknya, Brasil harus mewaspadai transisi cepat serta organisasi permainan disiplin yang menjadi kekuatan utama Atlas Lions.
Prediksi skor: Brasil 2-1 Maroko.

