Liverpool (Tutur.co.id) – Bek tengah Liverpool, Ibrahima Konate, menilai kekalahan timnya dari Paris Saint-Germain pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 terasa tidak adil, meskipun hasil akhir memastikan langkah The Reds terhenti.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Anfield, Rabu dini hari WIB, Liverpool harus mengakui keunggulan PSG dengan skor 0-2. Dua gol tim tamu dicetak oleh Ousmane Dembele pada menit ke-72 dan masa injury time.
Konate menilai timnya tampil lebih baik sepanjang laga. Ia menyoroti banyaknya peluang yang berhasil diciptakan Liverpool, namun tidak mampu dikonversi menjadi gol. Berdasarkan statistik UEFA, kedua tim memang berbagi penguasaan bola secara seimbang, masing-masing 50 persen. Namun dari sisi agresivitas, Liverpool mencatatkan 21 percobaan tembakan, jauh lebih banyak dibanding PSG yang hanya 12 kali, meski keduanya sama-sama menghasilkan lima tembakan tepat sasaran.
Hasil tersebut membuat Liverpool tersingkir dengan agregat 0-4, setelah pada leg pertama di Paris mereka juga kalah dengan skor 0-2. Kegagalan ini sekaligus memperpanjang catatan kurang baik Liverpool saat menghadapi PSG di kompetisi Eropa, setelah musim sebelumnya mereka juga disingkirkan klub Prancis itu pada babak 16 besar melalui adu penalti.
Konate mengakui bahwa performa Liverpool musim ini mengalami penurunan. Ia menilai proses adaptasi pemain baru menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsistensi tim. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil tersebut harus dijadikan pelajaran untuk berkembang.
Bagi Liverpool, kegagalan ini juga menandai absennya mereka dari babak semifinal Liga Champions sejak terakhir kali mencapainya pada musim 2021/2022. Saat itu, mereka melaju hingga final sebelum dikalahkan Real Madrid.

