Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Massa Aksi Segel Kantor BGN, Simbol Kemarahan Masyarakat!
  • Komisaris Utama Pertamina Resmikan Kapal Pintar Autonomous Trash Skimmer untuk Atasi Sampah Laut
  • MetLife Stadium, Arena Megah yang Akan Menobatkan Juara Dunia 2026
  • Swiss Bangun Baterai Raksasa Bawah Tanah, Babak Baru Penyimpanan Energi
  • Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi
  • Manfaat Kwaci Bunga Matahari untuk Kesehatan, Camilan Renyah yang Kaya Nutrisi
  • Jadwal Indonesia U19 vs Australia di Semifinal AFF 2026, Garuda Muda Bidik Final
  • Hal Memberatkan Vonis 4 Anggota TNI Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Purbaya: Kenaikan Pertamax Tak Ganggu Inflasi, Tantangan Ada pada Pengawasan BBM Subsidi

Purbaya: Kenaikan Pertamax Tak Ganggu Inflasi, Tantangan Ada pada Pengawasan BBM Subsidi

Market Gusti Tetiro10 Juni 2026 / 12:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sejumlah pengendara motor antre mengisi bahan bakar minyak di sebuah SPBU (Foto: Antara/Humas Pertamina)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional. Menurutnya, karakteristik pengguna Pertamax yang mayoritas berasal dari kendaraan pribadi membuat efek rambatan terhadap biaya logistik dan harga barang relatif terbatas.

Purbaya menjelaskan, sektor transportasi umum maupun angkutan barang pada umumnya tidak menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar utama. Karena itu, kenaikan harga Pertamax dinilai tidak akan secara langsung meningkatkan biaya distribusi barang maupun tarif transportasi yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama inflasi.

“(Dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi) harusnya relatif minimum karena Pertamax tidak dipakai untuk angkutan barang biasanya,” kata Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan bahwa mayoritas kendaraan angkutan umum dan logistik masih menggunakan BBM dengan kadar oktan lebih rendah atau bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar yang hingga kini harganya belum mengalami perubahan.

“Harusnya limited karena bukan untuk angkutan umum, angkutan barang juga tidak pakai Pertamax,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah PT Pertamina Patra Niaga memutuskan menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, pemerintah memutuskan mempertahankan harga BBM bersubsidi. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter guna menjaga daya beli masyarakat serta menahan tekanan inflasi.

Meski dampak langsung terhadap inflasi dinilai terbatas, pasar tetap mencermati potensi perubahan pola konsumsi masyarakat akibat selisih harga yang semakin lebar antara BBM nonsubsidi dan subsidi. Dengan kenaikan harga Pertamax yang mencapai hampir Rp4.000 per liter, terdapat kemungkinan sebagian konsumen beralih menggunakan Pertalite untuk mengurangi pengeluaran.

Baca Juga  Harga Emas Antam Turun Rp30.000, Bergerak Fluktuatif di Tengah Tekanan Global

Menanggapi potensi tersebut, Purbaya menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Namun ia mengungkapkan pemerintah telah memiliki sejumlah mekanisme pengawasan, termasuk sistem nozzle control, untuk memantau distribusi BBM bersubsidi agar tetap tepat sasaran.

“Itu tanya ke Pak Bahlil, mestinya ada metode lagi nozzle control kalau nggak salah, tanya Pak Bahlil yang lebih ngerti,” katanya.

Dari perspektif ekonomi makro, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi memang dapat membantu menjaga inflasi dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, pemerintah perlu memastikan pengawasan distribusi berjalan efektif agar lonjakan konsumsi BBM subsidi tidak memperbesar beban anggaran negara maupun mengurangi efektivitas program subsidi energi.

Karena itu, meskipun dampak langsung kenaikan Pertamax terhadap inflasi diperkirakan terbatas, tantangan berikutnya adalah menjaga agar kebijakan harga energi tetap seimbang antara stabilitas fiskal, ketahanan energi, dan perlindungan daya beli masyarakat.

BBM Subsidi headline Inflasi pertamax purbaya yudhi sadewa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKabar Gembira, Pemprov Jakarta Gratiskan Tranportasi Umum
Next Article Langgar Kode Etik, DKPP Berhentikan 67 Penyelenggara Pemilu

Berita Lainnya

Massa Aksi Segel Kantor BGN, Simbol Kemarahan Masyarakat!

10 Juni 2026 / 16:15 WIB

MetLife Stadium, Arena Megah yang Akan Menobatkan Juara Dunia 2026

10 Juni 2026 / 16:00 WIB

Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi

10 Juni 2026 / 15:43 WIB

Kantor BGN Digeruduk Massa, Bunyikan Klakson Kalau Muak MBG!

10 Juni 2026 / 14:45 WIB

Dua dari Empat Anggota TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dipecat

10 Juni 2026 / 14:05 WIB

Empat Anggota TNI Penyiram Andrie Yunus Divonis Berbeda: 1,5 hingga 3 Tahun Penjara

10 Juni 2026 / 13:32 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Red Notice Terbit, Riza Chalid Diburu 196 Negara

Kristo Suryokusumo03 Februari 2026 / 19:30 WIB

Massa Aksi Segel Kantor BGN, Simbol Kemarahan Masyarakat!

10 Juni 2026 / 16:15 WIB

Komisaris Utama Pertamina Resmikan Kapal Pintar Autonomous Trash Skimmer untuk Atasi Sampah Laut

10 Juni 2026 / 16:02 WIB

MetLife Stadium, Arena Megah yang Akan Menobatkan Juara Dunia 2026

10 Juni 2026 / 16:00 WIB

Swiss Bangun Baterai Raksasa Bawah Tanah, Babak Baru Penyimpanan Energi

10 Juni 2026 / 16:00 WIB

Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi

10 Juni 2026 / 15:43 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.