Atlanta (Tutur.co.id) – Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, Georgia, bersiap menjadi salah satu venue paling penting pada Piala Dunia 2026. Stadion berteknologi tinggi yang menjadi kebanggaan Amerika Serikat itu dijadwalkan menggelar delapan pertandingan, termasuk satu laga semifinal yang diperkirakan akan menyita perhatian jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia.
Berdasarkan jadwal resmi FIFA, Mercedes-Benz Stadium akan menjadi tuan rumah lima pertandingan fase grup, satu laga babak 32 besar, satu pertandingan babak 16 besar, dan satu partai semifinal. Kehadiran laga empat besar tersebut menegaskan status stadion ini sebagai salah satu arena utama dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Stadion yang resmi dibuka pada 2017 itu dibangun untuk menggantikan Georgia Dome dan kini menjadi markas dua tim profesional Amerika Serikat, yakni Atlanta Falcons di NFL dan Atlanta United di Major League Soccer (MLS).
Venue Berpengalaman Gelar Ajang Kelas Dunia
Sebelum dipercaya menjadi salah satu stadion utama Piala Dunia 2026, Mercedes-Benz Stadium telah memiliki rekam jejak panjang dalam menggelar berbagai ajang olahraga dan hiburan berskala internasional.
Venue ini pernah menjadi tuan rumah Super Bowl LIII, MLS All-Star Game, final College Football Playoff National Championship, pertandingan persahabatan internasional, hingga konser sejumlah musisi ternama dunia.
Pada 2025, stadion ini juga dipercaya menjadi lokasi enam pertandingan Piala Dunia Antarklub FIFA, yang terdiri atas tiga laga fase grup, dua pertandingan babak 16 besar, dan satu laga perempat final yang mempertemukan Paris Saint-Germain melawan Bayern Muenchen.
Stadion Futuristik dengan Teknologi Mutakhir
Mercedes-Benz Stadium dikenal luas berkat desain futuristik yang menggabungkan arsitektur modern dan teknologi mutakhir.
Salah satu daya tarik utama stadion ini adalah atap retractable yang terdiri dari delapan panel transparan berbentuk segitiga. Sistem tersebut memungkinkan atap dibuka dan ditutup sesuai kondisi cuaca.
Desain atap itu terinspirasi dari oculus pada Pantheon di Roma dan bergerak menyerupai bukaan lensa kamera.
Di bagian dalam stadion, terdapat “Halo Board”, layar video melingkar 360 derajat yang membentang di bawah struktur atap. Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu layar stadion terbesar dan paling canggih di dunia olahraga.
Untuk kebutuhan Piala Dunia, kapasitas stadion dapat diperluas hingga lebih dari 71.000 penonton, menciptakan atmosfer pertandingan yang megah tanpa mengurangi kenyamanan penonton.
Didukung Infrastruktur Kota Atlanta
Pemilihan Atlanta sebagai salah satu kota tuan rumah juga tidak lepas dari kesiapan infrastrukturnya. Kota ini memiliki jaringan transportasi yang baik serta didukung oleh Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia.
Konektivitas tersebut menjadi faktor penting dalam mengakomodasi kedatangan suporter, tim peserta, media, dan tamu dari berbagai negara selama turnamen berlangsung.
Stadion Ramah Lingkungan
Selain unggul dari sisi teknologi, Mercedes-Benz Stadium juga dikenal sebagai salah satu stadion paling ramah lingkungan di dunia.
Venue ini menjadi stadion olahraga profesional pertama di Amerika Utara yang meraih sertifikasi LEED Platinum, sebuah penghargaan untuk bangunan dengan standar keberlanjutan lingkungan tertinggi.
Pencapaian tersebut diraih melalui penerapan sistem konservasi air, efisiensi energi, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan yang terintegrasi dalam operasional stadion.
Dengan kombinasi teknologi modern, kapasitas besar, serta pengalaman menggelar ajang internasional, Mercedes-Benz Stadium diproyeksikan menjadi salah satu panggung utama yang menentukan perjalanan tim-tim terbaik dunia di Piala Dunia 2026.

