Jakarta (tutur.co.id) – Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan dan bertahan di atas level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan dua strategi utama yang telah disepakati bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Strategi pertama difokuskan pada peningkatan daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendorong masuknya kembali aliran modal asing ke pasar Indonesia. Sementara itu, langkah kedua dilakukan melalui penjagaan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan dengan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Perry menegaskan sinergi antara BI dan pemerintah akan terus ditingkatkan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan nasional.
