Jakarta (tutur.co.id) – Saiful Mujani mengaku siap untuk menjalani proses hukum yang dihadapinya saat ini. Bahkan ia mengaku bersyukur jika dirinya tak harus mengalami nasib seperti Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras karena sikap kritisnya.
“Poinnya saya akan datang jika dipanggil pihak berwajib, polisi atau jaksa. Kalau ada masalah secara sipil yang berurusan dengan polisi itu normal, itu biasa. Dari pada saya di-Andrie Yunus-kan. Jadi ini lebih beradab lah,” kata Saiful Mujani dalam konferensi pers, Kamis 4 Juni 2026.
Namun Saiful Mujani tetap merasa perlu menegaskan bahwa apabila suara kritis itu dikriminalisasikan tentu sangat teramat disayangkan.
“Ini bukan hanya menyangkut diri saya, tapi menyangkut komunitas kita sebagai akademisi, sebagai teknokrat publik, dan sebagai aktivis dan seterusnya yang punya komitmen pada nilai-nilai kebangsaan kita,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, mudah-mudahan kasus yang menimpanya ini menjadi satu pelajaran penting untuk negeri ini lulus dalam ujian menuju alam demokrasi yang sehat.
“Hari ini kita akan menjalaninya, akan menguji kita sebagai anak bangsa, kita sebagai bangsa sendiri, apakah kita masih menghargai nilai-nilai yang diperjuangkan terutama sejak era reformasi: kebebasan berpikir, kebebasan berbicara, kemerdekaan berserikat, dan demokrasi secara umum,” pungkas Saiful Mujani.

