Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto memperingatkan seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bertanggung jawab dan tidak menjadikannya sebagai sarana untuk mencari keuntungan pribadi.
Peringatan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program MBG yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/5/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa program pemenuhan gizi merupakan agenda strategis negara yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga dari praktik penyimpangan.
“Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah, tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi,” kata Presiden Prabowo.
Presiden bahkan berkelakar agar pihak-pihak yang merasa melakukan kekeliruan dalam pelaksanaan program segera kembali ke jalur yang benar dan mengakui kesalahan apabila memang terjadi penyimpangan.
Menurut Prabowo, program MBG dirancang untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang layak sekaligus menjadi langkah konkret menekan angka kekurangan gizi dan stunting.
Ia menyoroti bahwa hingga saat ini masih terdapat wilayah dengan tingkat kekurangan gizi yang cukup tinggi, bahkan di sejumlah daerah angka anak yang mengalami kekurangan gizi tercatat lebih dari 20 persen dan mendekati 30 persen.
Karena itu, pemerintah menempatkan pengawasan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Presiden mengatakan penguatan pengawasan dapat melibatkan lebih banyak unsur pengawas dan aparat penegak hukum guna memastikan seluruh anggaran dan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.
“Penegak hukum harus kita perkuat. Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan, saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri dan tidak ada pengecualian,” kata Presiden.
Prabowo juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan yang dirancang pemerintah, tetapi juga pada kualitas pelaksanaan di lapangan.
“(Memberi) makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Tapi, kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, kalian harus minggir, kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak mau, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan,” tegas Prabowo.
Di tengah penegasan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan mitra SPPG yang selama ini menjalankan program MBG, termasuk mereka yang bekerja di daerah dengan tantangan geografis dan akses yang terbatas.
Prabowo menilai dedikasi para pelaksana di lapangan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan program.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjaga kualitas layanan, memperkuat semangat pengabdian, dan memastikan setiap penerima manfaat memperoleh layanan yang sesuai dengan tujuan program.
Konsolidasi nasional tersebut diikuti sekitar 12.173 peserta dan melibatkan 5.873 mitra penyelenggara program MBG dari berbagai daerah di Indonesia.

