Jakarta (tutur.co.id)- Memasuki bulan Juni, banyak anak mulai disibukkan dengan persiapan ujian akhir sekolah. Di saat yang sama, mereka juga mulai menantikan liburan semester yang sudah di depan mata. Kondisi ini sering membuat suasana hati anak berubah-ubah, mulai dari mudah bosan belajar hingga lebih sensitif karena merasa lelah.
Psikolog anak menyebutkan bahwa menjelang ujian akhir, anak tidak hanya membutuhkan dukungan akademik, tetapi juga suasana emosional yang nyaman di rumah. Tekanan berlebihan soal nilai justru dapat membuat anak semakin stres dan sulit fokus saat belajar.
Agar anak tetap semangat menghadapi ujian akhir sekolah, orang tua dapat menerapkan beberapa cara sederhana berikut ini.
1. Hindari Menakut-nakuti soal Nilai
Sebagian orang tua tanpa sadar sering membandingkan nilai anak dengan teman atau saudara lainnya. Padahal, tekanan seperti ini dapat membuat anak merasa cemas dan kehilangan percaya diri.
Alih-alih menuntut hasil sempurna, orang tua lebih disarankan fokus pada proses belajar dan usaha anak selama persiapan ujian.
2. Buat Jadwal Belajar yang Fleksibel
Belajar terlalu lama tanpa jeda justru membuat anak cepat lelah. Orang tua bisa membantu membuat jadwal belajar singkat namun rutin, diselingi waktu istirahat atau aktivitas yang disukai anak.
Cara ini membantu menjaga mood anak agar tidak merasa belajar sebagai beban berat.
3. Pastikan Anak Tidur Cukup
Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi dan emosi anak. Menjelang ujian akhir sekolah, anak usia sekolah disarankan tetap memiliki waktu tidur yang cukup agar tubuh dan otak dapat beristirahat optimal.
4. Beri Apresiasi Kecil
Pujian sederhana seperti “kamu hebat sudah mau belajar hari ini” bisa membantu meningkatkan semangat anak. Anak cenderung lebih termotivasi ketika merasa dihargai, bukan hanya dinilai dari hasil ujian.
5. Sisihkan Waktu Quality Time
Meski sedang sibuk belajar, anak tetap membutuhkan waktu santai bersama keluarga. Menonton film, makan bersama, atau sekadar mengobrol ringan dapat membantu mengurangi tekanan yang dirasakan anak.
Menjelang akhir semester, menjaga kesehatan mental anak sama pentingnya dengan mendukung prestasi akademik mereka. Suasana rumah yang hangat dan suportif dapat membantu anak menghadapi ujian dengan lebih tenang dan percaya diri.
Setelah ujian selesai, orang tua juga bisa mulai mengajak anak merencanakan aktivitas liburan sederhana sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka selama satu semester terakhir.

