Budapest (Tutur.co.id) – Paris Saint-Germain (PSG) merayakan keberhasilan mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti di Puskas Arena, Budapest. Namun di tengah euforia kemenangan dan pesta para pemain PSG, kapten tim Marquinhos justru melakukan hal yang menyita perhatian publik. Sebelum bergabung dalam selebrasi bersama rekan-rekannya, ia lebih dulu menghampiri dan menghibur bek Arsenal, Gabriel, yang larut dalam kekecewaan.
Momen tersebut terjadi sesaat setelah penalti terakhir memastikan kemenangan PSG. Para pemain klub asal Prancis itu berhamburan ke lapangan untuk merayakan gelar Liga Champions kedua secara beruntun. Di sisi lain, sejumlah pemain Arsenal tampak terpukul karena kembali gagal meraih trofi Eropa yang selama ini mereka dambakan.
Di tengah suasana kontras tersebut, Marquinhos terlihat berjalan menuju Gabriel yang terduduk lesu setelah gagal mengeksekusi penalti penentuan. Bek asal Brasil itu menjadi salah satu pemain Arsenal yang gagal menjalankan tugasnya dari titik putih, sehingga membuka jalan bagi PSG untuk mempertahankan gelar.
Alih-alih langsung ikut berpesta, Marquinhos memilih memberikan dukungan kepada kompatriotnya tersebut. Ia memeluk Gabriel dan berbicara beberapa saat sebelum akhirnya bergabung dengan perayaan tim.
Tindakan Marquinhos mendapat banyak apresiasi karena menunjukkan sisi lain dari sepak bola, yakni sportivitas dan solidaritas di luar persaingan. Keduanya memang memiliki hubungan dekat sebagai sesama pemain tim nasional Brasil yang telah beberapa kali bermain bersama di level internasional.
Bagi Marquinhos, keberhasilan PSG menjadi juara kali ini memiliki makna yang sangat spesial. Pemain berusia 32 tahun tersebut merupakan salah satu sosok yang paling lama membela klub dan merasakan berbagai kegagalan sebelum akhirnya mampu mengangkat trofi Liga Champions dalam dua musim terakhir.
Ia pernah menjadi bagian dari tim PSG yang kalah pada final Liga Champions 2020 serta beberapa kali tersingkir secara dramatis di fase gugur. Pengalaman itulah yang membuatnya memahami betul perasaan para pemain Arsenal setelah peluit akhir dibunyikan.
Sikap Marquinhos mendapat pujian dari berbagai kalangan karena menunjukkan kepemimpinan yang tidak hanya terlihat saat tim menang, tetapi juga ketika menghormati lawan yang sedang mengalami kekecewaan. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa di balik persaingan sengit di lapangan, masih ada rasa saling menghargai antarpemain.
Setelah memberikan dukungan kepada Gabriel, Marquinhos akhirnya bergabung dengan rekan-rekannya untuk merayakan keberhasilan PSG mempertahankan mahkota Eropa. Malam di Budapest pun menjadi malam yang sempurna bagi klub asal Paris tersebut, sekaligus menghadirkan salah satu momen paling menyentuh dari final Liga Champions musim ini.

