Teheran (Tutur.co.id) – Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk memindahkan cadangan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi ke luar negeri, di tengah pembahasan yang terus berlangsung terkait program nuklirnya dan tekanan dari sejumlah negara Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, kepada kantor berita Rusia RIA Novosti pada Jumat (29/5). Menurut Azizi, Teheran tetap mempertahankan sikap bahwa uranium hasil pengayaan merupakan aset nasional yang tidak akan dipindahkan ke negara mana pun.
“Kami tidak memiliki rencana untuk membawa uranium pengayaan tinggi ke luar negeri. Kami tidak berniat untuk memindahkan uranium yang diperkaya ke negara ketiga, perantara, atau ke mana pun,” kata Azizi.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan posisi Iran dalam isu program nuklir yang selama bertahun-tahun menjadi sumber ketegangan dengan Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat. Teheran menilai pengayaan uranium merupakan hak yang tidak dapat dinegosiasikan selama tetap digunakan untuk kepentingan damai.
Sebelumnya, Azizi juga menyampaikan sikap serupa melalui unggahan di platform X. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur dari sejumlah prinsip yang dianggap sebagai garis merah nasional.
“Iran tidak akan dipaksa mundur oleh retorika Trump dari garis merahnya: hak untuk memperkaya uranium, kepemilikan atas uranium yang diperkaya, otoritas atas Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi,” tulis Azizi.
Penegasan tersebut muncul di tengah spekulasi mengenai kemungkinan pemindahan cadangan uranium Iran sebagai bagian dari pembahasan lebih luas terkait kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat. Namun, sejumlah sumber Iran sebelumnya juga telah menyatakan bahwa material nuklir, termasuk uranium yang diperkaya hingga tingkat tinggi, tidak akan dikeluarkan dari wilayah negara itu.
Di sisi lain, Rusia turut menyuarakan pandangan yang sejalan dengan Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa persediaan uranium pengayaan tinggi merupakan milik Iran dan hanya rakyat Iran yang berhak menentukan masa depannya.
Isu uranium pengayaan tinggi kembali menjadi perhatian internasional karena berkaitan langsung dengan negosiasi program nuklir Iran. Negara-negara Barat selama ini menuntut pembatasan tingkat pengayaan uranium guna mencegah potensi pengembangan senjata nuklir, sementara Iran terus menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan sipil dan energi.
Hingga kini, belum ada indikasi bahwa Teheran akan mengubah sikapnya terkait kepemilikan dan penyimpanan uranium hasil pengayaan. Pernyataan terbaru Azizi menunjukkan Iran masih mempertahankan posisi tegas dalam setiap pembahasan yang menyangkut program nuklir nasional mereka.

