Jakarta (tutur.co.id)- Merawat orang tua lansia bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membutuhkan kesiapan emosional dan mental. Seiring bertambahnya usia, lansia umumnya mengalami perubahan kondisi kesehatan, emosi, hingga penurunan kemampuan dalam beraktivitas sehari-hari.
Psikolog dan pakar kesehatan mental menyebut peran pendamping keluarga sangat penting dalam menjaga kualitas hidup lansia. Namun di sisi lain, anggota keluarga yang merawat juga perlu menjaga kesehatan mental agar tidak mengalami kelelahan emosional atau burnout.
Berikut beberapa cara mendampingi orang tua lansia dengan lebih sabar dan tetap sehat mental.
1. Pahami Bahwa Lansia Mengalami Banyak Perubahan
Menurut Kementerian Kesehatan RI, proses penuaan dapat memengaruhi kondisi fisik, daya ingat, emosi, hingga kemampuan komunikasi seseorang. Karena itu, lansia mungkin menjadi lebih sensitif, mudah lupa, atau membutuhkan waktu lebih lama saat melakukan sesuatu.
Memahami kondisi tersebut dapat membantu keluarga lebih sabar dalam mendampingi orang tua di rumah.
2. Jangan Ragu Membagi Tugas Perawatan
Merawat orang tua lansia sendirian dalam waktu lama bisa memicu stres dan kelelahan mental. Karena itu, penting untuk membagi tanggung jawab dengan anggota keluarga lain agar beban tidak bertumpu pada satu orang saja.
Menurut WHO, dukungan sosial memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental caregiver atau pendamping lansia.
3. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri
Banyak orang merasa bersalah saat mengambil waktu istirahat di tengah merawat orang tua. Padahal, menjaga kesehatan diri sendiri juga penting agar tetap mampu memberikan pendampingan yang baik.
Luangkan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, berolahraga ringan, atau sekadar berbicara dengan teman agar pikiran tetap sehat.
4. Dengarkan Lansia dengan Empati
Lansia sering kali merasa kesepian atau tidak lagi didengar. Karena itu, mendengarkan cerita dan keluhan mereka dengan penuh perhatian dapat membantu membuat mereka merasa dihargai.
Menurut Alzheimer’s Association, komunikasi yang hangat dan tenang juga dapat membantu mengurangi kecemasan pada lansia, terutama yang mengalami penurunan fungsi kognitif.
5. Jangan Memendam Emosi Sendiri
Merasa lelah, sedih, atau marah saat merawat orang tua adalah hal yang manusiawi. Yang terpenting adalah tidak memendam semua emosi sendiri.
Jika mulai merasa kewalahan, cobalah berbicara dengan keluarga, sahabat, atau tenaga profesional agar kesehatan mental tetap terjaga.
Pentingnya Menjaga Hubungan yang Hangat
Merawat orang tua lansia memang tidak selalu mudah. Namun dengan kesabaran, komunikasi yang baik, serta dukungan keluarga, proses pendampingan bisa terasa lebih ringan.
Selain membantu menjaga kesehatan lansia, hubungan yang hangat juga dapat menciptakan kenyamanan emosional bagi seluruh anggota keluarga.

