Jakarta (tutur.co.id) — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan jadwal libur perdagangan saham dalam rangka libur nasional dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah serta peringatan Hari Lahir Pancasila.
Dalam pengumuman resminya, BEI menyatakan aktivitas perdagangan bursa akan diliburkan pada Rabu, 27 Mei 2026 untuk memperingati Iduladha 1447 Hijriah dan dilanjutkan cuti bersama pada Kamis, 28 Mei 2026. Aktivitas perdagangan saham akan kembali berjalan normal pada Jumat, 29 Mei 2026.
Selanjutnya, perdagangan bursa kembali dihentikan sementara pada Senin, 1 Juni 2026 dalam rangka Hari Lahir Pancasila dan akan kembali beroperasi normal pada Selasa, 2 Juni 2026.
Di tengah pengumuman jadwal libur tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (26/5/2026). IHSG terkoreksi 76,15 poin atau 1,23% ke level 6.130.
Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.124 hingga 6.286 dengan nilai transaksi mencapai Rp15,24 triliun. Pelemahan indeks dipicu tekanan di hampir seluruh sektor saham, terutama sektor industri yang anjlok 3,38%.
Selain itu, sektor konsumer primer turun 2,20%, sektor properti melemah 2,14%, sektor consumer non-primer terkoreksi 1,69%, dan sektor keuangan turun 1,52%. Di sisi lain, penguatan masih terjadi pada saham-saham sektor teknologi, infrastruktur, dan transportasi.
Tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti ASII, INCO, MLTP, UNTR, dan BUVA.
Saham-saham bank jumbo juga turut membebani laju indeks, termasuk BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI yang kompak bergerak di zona merah.
Pelaku pasar disebut mulai cenderung melakukan aksi profit taking menjelang periode libur panjang, di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan pergerakan suku bunga global.

