Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (25/5/2026), setelah berhasil ditutup menguat pada akhir pekan lalu di tengah membaiknya sentimen global.
Pada perdagangan Jumat (22/5/2026), IHSG ditutup naik 67,1 poin atau 1,1% ke level 6.162. Penguatan tersebut terjadi setelah tekanan jual yang cukup besar dalam sepekan terakhir mulai mereda, meskipun pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik global dan arah pergerakan nilai tukar rupiah.
Dari pasar global, sentimen positif datang dari penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Asia. Indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat seiring meredanya kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang mencetak rekor tertinggi baru dengan menembus level 65.000 pada perdagangan Senin pagi. Penguatan indeks dipicu laporan bahwa Selat Hormuz berpotensi segera dibuka kembali, sehingga mendorong penurunan harga minyak dunia dan meningkatkan optimisme investor global.
Di tengah sentimen tersebut, sejumlah sekuritas merekomendasikan saham pilihan untuk perdagangan hari ini.
Mandiri Sekuritas merekomendasikan buy saham DEWA dengan target harga 388 dan stop loss di level 372. Saham DEWA ditutup di harga 378 dengan area support 372 dan resistance 388.
Selain itu, Mandiri Sekuritas juga merekomendasikan buy saham INCO dengan target harga 5.675 dan stop loss di level 5.475. Saham INCO sebelumnya ditutup pada level 5.550.
Rekomendasi buy juga diberikan untuk saham JPFA dengan target harga 2.630 dan stop loss di level 2.540. Saham JPFA ditutup di level 2.570 pada perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, BNI Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy untuk saham BBNI pada area beli 3.770-3.780 dengan target terdekat di kisaran 3.820-3.850 dan cut loss di bawah 3.750.
BNI Sekuritas juga merekomendasikan speculative buy saham TLKM pada area beli 2.900-2.920 dengan target harga 2.950-3.000 dan cut loss di bawah 2.890.
Untuk saham JPFA, BNI Sekuritas merekomendasikan speculative buy pada area 2.550-2.570 dengan target harga 2.610-2.640 dan cut loss di bawah 2.550.
Selanjutnya, saham SUPA direkomendasikan speculative buy pada area beli 825-840 dengan target harga 855-870 dan cut loss di bawah 815.
Rekomendasi speculative buy juga diberikan kepada saham EMTK pada area beli 650-660 dengan target harga 680-700 dan cut loss di bawah 640.
Sementara saham SCMA direkomendasikan speculative buy pada area beli 214-220 dengan target harga 228-230 dan cut loss di bawah 210.
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, serta arus modal asing di pasar domestik yang masih berpotensi memengaruhi volatilitas IHSG dalam jangka pendek.

