Jakarta (tutur.co.id)- Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai. Sebanyak 527 kloter dengan 202.551 jemaah dan 2.098 petugas kini telah tiba di Makkah. Selain itu, 16.596 jemaah haji khusus juga sudah berada di Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan fokus layanan saat ini diarahkan pada kesiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), mulai dari tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memasang atribut maupun penanda di tenda jemaah di Arafah dan Mina. Menurut Maria, seluruh penempatan jemaah harus mengikuti pengaturan resmi agar layanan Armuzna berjalan tertib. Atribut yang melanggar akan dicabut dan pihak terkait dapat dikenai sanksi.
Di sisi lain, Kemenhaj mengapresiasi meningkatnya kesadaran jemaah dalam membayar dam sesuai mekanisme resmi. Tahun ini tercatat sekitar 145.341 jemaah telah membayar dam, dengan 102.364 jemaah melalui Adahi di Arab Saudi dan 38.992 jemaah melalui mekanisme di Indonesia.
Menjelang Armuzna, jemaah diimbau mulai menghemat tenaga, menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, serta membawa perlengkapan seperlunya seperti dokumen identitas, obat pribadi, masker, botol minum, dan perlengkapan ibadah. Jemaah juga diminta saling peduli dan segera membantu jemaah yang terlihat kebingungan atau terpisah dari rombongan dengan mengarahkan ke petugas maupun pos layanan terdekat.
Maria mengajak seluruh masyarakat Indonesia turut mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini agar seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah.

