Mekkah (tutur.co.id)- Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan kesiapan jemaah Indonesia menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur, Sabtu, 23 Mei 2026, pemerintah terus membenahi tata kelola penyelenggaraan haji sekaligus memperkuat pelayanan bagi jemaah di Tanah Suci.
Dahnil mengatakan dirinya rutin memantau kondisi jemaah setiap usai salat subuh dengan berkeliling ke berbagai sektor di Mekkah. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat langsung situasi di lapangan sekaligus menyerap aspirasi para jemaah.
“Seperti biasa setiap bada subuh, saya berkeliling sambil lari pagi menyapa dan memantau kegiatan pagi jamaah haji Indonesia di banyak sektor di Mekkah,” ujar Dahnil.
Dalam pemantauan itu, ia mendengarkan berbagai masukan, keluhan, hingga koreksi dari jemaah terkait pelayanan haji. Menurutnya, langkah tersebut penting agar pembenahan tata kelola haji dapat dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran.
“Alhamdullilah jamaah haji dan tata kelola perhajian kita tahun ini pelan-pelan kita benahi, ada kekurangan? Tentu. Tapi perlahan kami terus benahi,” katanya.
Dahnil juga menegaskan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadirkan transformasi penyelenggaraan haji yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki dampak ekonomi, moral, dan kebangsaan.
Selain memastikan kesiapan jemaah menuju Armuzna, pemerintah turut memberi perhatian pada pengelolaan daging DAM. Dahnil menyebut pihaknya melanjutkan arahan Presiden agar daging DAM yang telah diproses di Arab Saudi dapat disalurkan langsung untuk rakyat Palestina.
“Kami melanjutkan pesan Presiden Prabowo kepada otoritas KSA yang menampung pengelolaan daging DAM, agar semua daging DAM yang telah di packing di Saudi Arabia dikirimkan langsung untuk rakyat Palestina,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini terdapat lebih dari 90 ribu kambing yang dipotong di Tanah Suci untuk didistribusikan ke Palestina, sementara sekitar 40 ribu kambing lainnya dipotong di Indonesia.

