Jakarta (tutur.co.id) – Gaung dua periode Presiden Prabowo Subianto mungkin belum terlalu nyaring terdengar. Namun tipis-tipis terkait wacana ini mulai banyak muncul. Salah satunya dari pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.
Menurut Adi Prayitno dalam podcast Bang Don Zuper Opini, Jumat 21 Mei 2026, wacana Prabowo dua periode itu sangat sulit dibendung. Namun untuk urusan pendampingnya alias wapresnya, belum tentu arahnya menuju Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kini di parlemen arahnya pisah jalan.
“Ada kecenderungan saat ini per hari ini ada dua mahzab saat ini. Bagi PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan relawan Jokowi tentu proposal Prabowo-Gibran lanjut dua periode. Sementara mahzab satunya menolak halus dan diam-diam,” kata Adi Prayitno.
Adi Prayitno menambahkan, untuk Prabowo maju lagi di Pilpres 2029 semua partai politik mendukungnya mulai dari Golkar, PAN, PKB hingga Nasdem. Namun tak sekalipun mengamini pasangannya Gibran. Bahkan nyaris tidak ada yang kelihtan setuju Prabowo duet dengan Gibran di Pilpres 2029.
“Kita bisa cek, PDI kan gak mungkin haram hukumnya. Gerindra lebih tidak statement politik. Golkar untuk Prabowo iya tapi untuk wapres nanti dulu Belanda masih jauh. PAN juga melihat ingin terus bersama Prabowo untuk keempat kalinya. Nasdem pun di luar kekuasaan juga menganggap Prabowo maju lagi realistis begitu juga dengan PKS,” terang Adi.
Adi Prayitno menambahkan, terlepas siapa yang akan menjadi pendampingnya nanti, posisi Prabowo saat ini sangat powerfull. Bahkan menurutnya, siapapun pendamping Prabowo nantinya tidak akan punya pengaruh untuk menahan laju Prabowo di 2029.
“Ini berdasarkan pengalaman politik dari sejak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Jokowi. Siapa yang mengenal Budiono, begitu juga dengan Jokowi siapa yang kenal Ma’ruf Amin,” pungkasnya.

