Jakarta (tutur.co.id) — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali mengirim sinyal positif ke pasar dengan menetapkan dividen interim tunai tahun buku 2025 sebesar minimal Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham. Dividen ini akan dibayarkan pada 15 Januari 2026 kepada pemegang saham yang tercatat per 2 Januari 2026 (recording date).
Besaran dividen interim tersebut mencerminkan kekuatan kinerja BRI di tengah tekanan ekonomi global dan tren suku bunga yang masih ketat. Dengan struktur kepemilikan saat ini, sekitar Rp11 triliun dari total dividen akan mengalir ke kas negara, sementara sisanya dibagikan kepada investor publik.
Dari sisi fundamental, ruang pembagian dividen ditopang oleh kinerja laba yang solid. Hingga 30 September 2025, BRI mencatat laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp41,23 triliun. Kinerja ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit UMKM yang masih menjadi core business perseroan, disertai pengelolaan risiko yang relatif terjaga.
Manajemen menilai pembagian dividen interim ini tidak mengganggu strategi ekspansi ke depan. Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa kebijakan dividen tetap sejalan dengan upaya menjaga permodalan dan likuiditas, sekaligus memberikan imbal hasil menarik bagi pemegang saham.
Bagi investor, dividen interim menjadi katalis jangka pendek yang memperkuat daya tarik saham BBRI, khususnya di tengah volatilitas pasar. Sementara dari sisi fiskal, setoran dividen BRI kembali menegaskan peran bank pelat merah sebagai kontributor signifikan bagi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati konsistensi kinerja BRI pada kuartal IV-2025 serta arah kebijakan dividen final. Dengan laba yang masih tumbuh dan posisi bisnis yang dominan di segmen UMKM, ruang bagi BRI untuk menjaga kombinasi antara pertumbuhan dan imbal hasil pemegang saham dinilai tetap terbuka.
“Melalui pembayaran dividen interim ini menjadi bukti nyata kinerja solid BRI serta fundamental bisnis yang kuat, sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya melalui penguatan pembiayaan UMKM dan transformasi berkelanjutan BRI ke depan. Selain itu sebagai bank milik negara, pembagian dividen interim ini juga menjadi wujud kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional,” tutup Dhanny.

