Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (15/1/2026), meskipun tekanan dari pelemahan bursa global masih membayangi pergerakan pasar saham domestik.
CGS International Sekuritas Indonesia menilai melemahnya indeks utama di Wall Street berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar. Namun demikian, sejumlah faktor domestik dan eksternal dinilai mampu menahan tekanan sekaligus menopang pergerakan IHSG.
Berlanjutnya kenaikan harga komoditas mineral logam dan minyak mentah, serta aksi beli investor asing yang masih berlanjut, diperkirakan menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik.
“IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat, dengan kisaran support di level 8.980–8.930 dan resistance di rentang 9.085–9.140,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya, Kamis (15/1/2026).
Pada perdagangan sebelumnya, indeks-indeks utama di bursa Wall Street kembali ditutup melemah untuk hari kedua berturut-turut. Pelemahan tersebut terjadi seiring fokus investor yang tertuju pada perkembangan geopolitik global serta musim laporan keuangan emiten.
Tekanan paling signifikan terjadi pada sektor teknologi. Saham Broadcom terkoreksi 4,15%, Nvidia melemah 1,44%, dan Micron Technology turun 1,41%. Koreksi tersebut dipicu laporan Reuters yang menyebutkan bahwa otoritas Bea Cukai China menginstruksikan jajarannya untuk tidak mengizinkan masuknya chip H200 ke negara tersebut.
Dari sektor perbankan, saham Wells Fargo melemah 4,61% setelah perusahaan melaporkan kinerja pendapatan kuartal IV yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Sementara itu, sentimen geopolitik juga menjadi perhatian investor. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa untuk saat ini tidak akan melakukan aksi militer terhadap Iran. Namun, menjelang pertemuan antara perwakilan Amerika Serikat dan Denmark, Trump kembali menegaskan bahwa hasil pertemuan yang tidak mencakup Greenland sebagai bagian dari Amerika Serikat dianggap tidak dapat diterima.
Untuk perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading jangka pendek, yakni PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), dan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA).

