Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Sang Ayah yang Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
  • OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Keamanan»PM Greenland: Jika Harus Memilih, Kami Pilih Denmark

PM Greenland: Jika Harus Memilih, Kami Pilih Denmark

Keamanan Gusti Tetiro15 Januari 2026 / 00:35 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
PM Greenland Jens-Frederik Nielsen dan PM Denmark Mette Frederiksen (Foto: Reuters)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan kemerdekaan pulau Arktik tersebut. Menurutnya, pembahasan itu justru berisiko mengorbankan hak Greenland untuk menentukan nasib sendiri, terutama di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Nielsen menyusul meningkatnya ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih kendali atas Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.

“Saya rasa ini bukan saatnya untuk membicarakannya. Kita tidak boleh mempertaruhkan hak kita untuk menentukan nasib sendiri ketika negara lain berbicara tentang mengambil alih wilayah kita,” kata Nielsen dalam wawancara dengan media lokal Greenland, seperti dikutip AFP, Rabu (14/1/2024).

Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam sebelum digelarnya pertemuan penting di Gedung Putih antara pejabat Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat yang membahas posisi strategis Greenland di kawasan Arktik.

Nielsen menekankan bahwa meskipun aspirasi politik di masa depan tetap terbuka, dalam kondisi saat ini Greenland memilih untuk tetap berdiri bersama Denmark.

“Itu tidak berarti kita tidak akan menginginkan sesuatu yang berbeda di masa depan. Tetapi di sini dan sekarang, kita adalah bagian dari kerajaan (Denmark), dan kita berdiri bersama kerajaan tersebut. Itu sangat penting dalam situasi serius ini,” ujarnya.

Pada Rabu (14/1), Menteri Luar Negeri Denmark dan mitranya dari Greenland dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio serta Wakil Presiden JD Vance. Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan, setelah Vance tahun lalu mengkritik Denmark karena dinilai kurang serius dalam menjaga keterlibatan militer di Greenland.

Nielsen berharap pertemuan tersebut dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif antara pihak-pihak terkait.

Baca Juga  Tutur PoV: Darurat Begal dan Jalan Pintas Keamanan

“Saya berharap setelah pertemuan ini, kita dapat membangun dialog yang lebih normal dan saling menghormati dengan Amerika Serikat,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (12/1), Nielsen secara tegas menyatakan bahwa jika Greenland harus memilih antara tetap menjadi bagian dari Denmark atau bergabung dengan Amerika Serikat, maka pilihannya jelas.

“Jika harus memilih, kami memilih Denmark,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden AS Donald Trump hanya berkomentar singkat, “Yah, itu masalah mereka.”

Trump sebelumnya bahkan tidak sepenuhnya menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih Greenland, meskipun wilayah tersebut merupakan bagian dari Denmark, yang juga merupakan anggota NATO.

“Kita harus percaya bahwa prinsip-prinsip tatanan dunia tidak akan diinjak-injak,” kata Nielsen. Ia memperingatkan bahwa pelemahan prinsip demokrasi dan kedaulatan dapat memicu dampak luas secara global.

“Jika kita mulai mempermainkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, kita akan menghadapi masalah serius bukan hanya di Greenland, tetapi di seluruh dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen berupaya meredakan kekhawatiran Washington dengan menegaskan bahwa Denmark telah meningkatkan kehadiran militernya di Greenland. Ia juga menyebut tengah menjalin diskusi dengan negara-negara sekutu terkait peningkatan peran NATO di kawasan Arktik.

Isu Greenland kembali mencuat sebagai sorotan geopolitik global seiring meningkatnya kepentingan strategis kawasan Arktik, baik dari sisi keamanan, jalur perdagangan, maupun potensi sumber daya alam.

 

AS Denmark Greenland Trump
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKemensos–Kementerian UMKM Sinkronkan Data Percepat Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera
Next Article Indonesia Siap Terbitkan Obligasi Dolar Pertama di Asia pada 2026

Berita Lainnya

Tutur PoV: Darurat Begal dan Jalan Pintas Keamanan

30 Mei 2026 / 15:50 WIB

5 Negara Rakyat Paling Sejahtera, Posisi Indonesia?

27 Mei 2026 / 05:23 WIB

Pria di Jakbar Diamankan Polisi Kedapatan Bawa Tramadol dan Sabu Saat Berkendara

25 Mei 2026 / 12:39 WIB

Menhan Sjafrie Bantah Indonesia Beri Akses Udara untuk Amerika Serikat

19 Mei 2026 / 16:45 WIB

Menhan Sjafrie Beberkan Syarat Indonesia Masuk BoP, Kini Ditinggalkan

19 Mei 2026 / 14:37 WIB

Prabowo Sebut Kedatangan Pesawat Tempur Rafale Jadi Tonggak Baru Kekuatan Indonesia

18 Mei 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

GreenBus Pertamina Ajak Pelajar Belajar Kelola Lingkungan dari Kampung Hijau Cemara

Galuh Parantri04 Juli 2026 / 20:42 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Sang Ayah yang Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?

18 Juli 2026 / 19:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.