Jakarta (tutur.co.id) – Geger daftar homeless media yang kabarnya ‘dirangkul’ pemerintah lewat Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) langsung jadi perbincangan hangat di media sosial. Dan ternyata, kabar ini mengundang sentimen negatif di media sosial.
Hal ini disampaikan Neni Nur Hayati selaku Direktur Komunikasi dan Riset dari Deep Intelligent Research dalam program TrendTop Tutur Media Digital. Dalam program yang dipandu Gaib Maruto Sigit itu, Neni membeberkan beberapa fakta-fakta menarik di media sosial terkait geger daftar media homeless itu.
“Kalau terkait dengan Bakom gandeng homeless media itu mendapatkan atensi yang cukup tinggi di media sosial. Itu sekitar 9.712 percakapan, 5 juta engagement sama 16 juta audiens. Jadi ini tentu saja memicu respon aktif orang share kemudian ikut komen dan like,” kata Neni dilansir pada Selasa 12 Mei 2026.
Dan menurut Neni, percakapan di media sosial itu lebih banyak sentimen negatif dibandingkan dengan sentimen positifnya. Namun yang tak kalah penting, menurut Neni, sentimen netralnya juga terbilang tinggi.
“Yang tinggi sentimen netralnya ada di TikTok dan Instagram karena memang sudah ada yang melakukan unggahan dengan narasi-narasi alternatif sehingga dari yang tadinya negatif kemudian menjadi netral karena narasi-narasi itu untuk mengimbangi netizen,” kata Neni.
Dalam kesempatan itu, Neni juga membeberkan komposisi sentimen di media massa. Menurut Neni, terkait isu homeless media digandeng Bakom ini, komposisi di media mainstream muncul perbandingan 48% persen sentimen positif dan 49% sentimen negatif serta 3% netral.
Nah, buat Kawan Tutur dapat menyimak pembahasan menarik TrendTop yang akan tayang sesaat lagi pukul 17.00 WIB di Tutur TV.

