Jakarta (tutur.co.id) — Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (12/5/2026), dengan menguji area support krusial di level 6.750–6.850.
Dalam riset hariannya, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak pada rentang resistance 7.000, pivot 6.900, dan support 6.750.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,92% ke level 6.905,62 pada perdagangan Senin. Tekanan terhadap indeks dipicu sentimen negatif dari rencana penyesuaian tarif royalti pertambangan untuk sejumlah komoditas seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.
Meski Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan implementasi aturan tersebut ditunda, Menteri Keuangan memastikan kebijakan penyesuaian tarif royalti tambang tetap akan berlaku mulai awal Juni 2026.
Secara teknikal, Phintraco menilai pelemahan IHSG masih berpotensi berlanjut. Hal itu tercermin dari histogram negatif MACD yang kembali melemah dan munculnya pola death cross pada indikator Stochastic RSI di area pivot.
“IHSG hari ini diprediksi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 6.750–6.850,” tulis Phintraco Sekuritas.
Dari sisi domestik, sentimen pasar ditopang data indeks keyakinan konsumen Indonesia yang relatif stabil di level 123 pada April 2026, sedikit naik dibandingkan posisi Maret 2026 sebesar 122,9.
Persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini juga membaik, dengan subindeks meningkat 1,1 poin menjadi 116,5.
Selain itu, penjualan sepeda motor domestik tercatat melonjak 28,1% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 520.972 unit pada April 2026. Kinerja tersebut berbalik positif dibandingkan Maret 2026 yang mengalami kontraksi 17,1%.
Phintraco menilai kenaikan tersebut didorong normalisasi permintaan setelah periode libur Lebaran pada bulan sebelumnya.
Investor juga menanti rilis data penjualan ritel (retail sales) yang dijadwalkan terbit Selasa (12/5/2026). Penjualan ritel diperkirakan tumbuh 6,8% yoy pada Maret 2026.
Selain itu, pasar juga mengantisipasi pengumuman rebalancing indeks MSCI yang berpotensi mengeluarkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari indeks MSCI.
Dalam kondisi tersebut, Phintraco merekomendasikan lima saham yang dinilai memiliki potensi cuan, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT RMK Energy Tbk (RMKE), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

