Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan mengenai progres Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan di Bali.
Pengembangan kawasan yang diharapkan akan menjadi motor penggerak investasi, merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membocorkan ihwal progres KEK Keuangan Bali yang hingga kini terus dikebut. Bahkan ia menuturkan target pengumumannya akan sampaikan dalam waktu dekat.
Meski demikian, Menkeu tak bisa membeberkan secara detail progres terbaru, namun ia memastikan bahwa hingga kini terus berjalan
“Pak Rosan sama Pak Menko sudah tinjau Bali sana minggu lalu. Yang jelas akan dipercepat prosesnya, targetnya enggak lama diumumkan,” kata Purbaya di hadapan awak media, Senin 11 Mei 2026.
Lebih lanjut Menkeu menegaskan percepatan pembentukan kawasan ekonomi khusus ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo.
“Bukan kami, Presiden yang minta,” tambahnya.
Adapun dalam hal ini ia mengungkapkan kawasan finansial itu dibangun di lahan sekitar 100 hektare dan akan menerapkan sistem hukum berbasis common law serta memberikan kemudahan arus modal internasional.
Tak hanya itu, juga ada peluang pembebasan pajak terhadap dana asing yang bakal masuk di kawasan itu dengan catatan uang masih berada di dalamnya.
Kebijakan itu ditepisnya bukan berarti negara kehilangan pendapatan, namun dana yang masuk diharapkan dapat bermanfaat membiayai berbagai proyek investasi di Indonesia.

