Vatikan (Tutur.co.id) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan pertemuan dengan Paus Leo XIV di Vatikan di tengah upaya memperbaiki hubungan antara Washington dan Takhta Suci yang sempat memanas akibat konflik Iran.
Rubio menyebut pertemuan yang berlangsung di Vatikan pada Kamis (7/5) itu berjalan positif dan membahas berbagai isu internasional, termasuk situasi di Timur Tengah dan peran Vatikan dalam upaya perdamaian global.
“Kami memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Vatikan dan kunjungan ini telah direncanakan sejak lama,” ujar Rubio kepada wartawan di Kedutaan Besar AS di Roma, Jumat (8/5/2026).
Kunjungan tersebut dinilai sebagai bagian dari langkah diplomatik Amerika Serikat untuk mencairkan hubungan dengan Vatikan setelah Presiden Donald Trump sebelumnya mengecam Paus Leo XIV terkait sikapnya terhadap serangan AS ke Iran.
Dalam pertemuan itu, Rubio menekankan pentingnya peran Vatikan dalam isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.
“Pertemuan dengan Paus Leo XIV sangat baik. Kami membahas berbagai hal di dunia yang ada keterlibatan Vatikan di dalamnya. Tentu saja, Bapa Suci adalah seorang pembimbing spiritual,” kata Rubio.
Ia juga menyebut dialog dengan Paus berlangsung terbuka dan konstruktif. Menurut Rubio, penting bagi pemerintah AS untuk menyampaikan sudut pandang mereka secara langsung kepada Vatikan.
“Pertemuan tersebut sangat bersahabat dan penting. Sangat penting juga bagi kami untuk menyampaikan sudut pandang kami dan memastikan posisi kami dipahami,” ujarnya.
Selain membahas hubungan bilateral, Rubio juga memberikan informasi terbaru mengenai situasi Iran kepada Paus Leo XIV. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci isi pembicaraan tersebut.
Saat ditanya mengenai kemungkinan percakapan langsung antara Paus Leo XIV dan Presiden Trump, Rubio mengatakan hal tersebut masih terbuka untuk dilakukan di masa mendatang.
“Mungkin saja hal tersebut akan dilakukan,” kata Rubio.
Di sela kunjungannya ke Roma, Rubio juga bertemu dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani untuk membahas kerja sama strategis, keamanan kawasan, serta situasi di Timur Tengah dan Ukraina.

