Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini di Sini
  • Fabio Capello Prediksi Peta Persaingan Juara Piala Dunia 2026
  • Lokasi Layanan Samsat Keliling 12 Juni 2026
  • IHSG Berpeluang Rebound ke 5.950, Phintraco Sekuritas Pilih ISAT, EXCL hingga AADI
  • Lokasi Layanan SIM Keliling 12 Juni 2026
  • Shakira dan J Balvin Meriahkan Opening Ceremony Piala Dunia 2026
  • ECB Naikkan Suku Bunga Pertama Kali Sejak 2023, Perang AS-Iran Picu Alarm Inflasi Eropa
  • Karya Jurnalistik Jadi Sasaran AI, Dewan Pers Siapkan Payung Hukum
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Sejarah Hantavirus: Dari Perang Korea hingga Jadi Ancaman Global

Sejarah Hantavirus: Dari Perang Korea hingga Jadi Ancaman Global

Health Ridzka Putri Ananda08 Mei 2026 / 13:55 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Tikus sebagai salah satu hewan pembawa Hantavirus yang dapat menularkan virus melalui air liur, urine, dan kotorannya. (Foto: Tutur/Alodokter)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Hantavirus bukanlah virus baru yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Penyakit ini sudah dikenal dunia sejak puluhan tahun silam. Pertama kali menarik perhatian dunia saat Perang Korea di awal 1950-an. Saat itu, ribuan tentara mengalami demam misterius dengan gangguan ginjal serius yang belum diketahui penyebabnya.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, Jumat 8 Mei 2026, wabah besar pertama hantavirus terjadi antara tahun 1951 hingga 1954 selama Perang Korea. Lebih dari 3.000 tentara Perserikatan Bangsa-Bangsa dilaporkan jatuh sakit akibat penyakit yang saat itu disebut Korean Hemorrhagic Fever.

Setelah sempat membuat pusing tim medis saat itu, virus ini kemudian diketahui berasal dari hewan pengerat, terutama tikus liar yang memang mewabah sebelumnya di sekitar area medan Perang Korea.

Nama “Hantavirus” sendiri berasal dari Sungai Hantan di Korea Selatan. Pada tahun 1978, ilmuwan Korea Selatan bernama Ho Wang Lee berhasil mengidentifikasi virus tersebut dari tikus lapangan. Penemuan ini menjadi titik penting dalam sejarah penelitian penyakit menular dunia.

Hantavirus menyebar melalui urine, air liur, dan kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Manusia biasanya tertular saat menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi virus. Karena itu, lingkungan yang kotor, gudang tertutup, atau area dengan banyak tikus menjadi tempat paling berisiko untuk penyebaran hantavirus.

Pada tahun 1993, hantavirus kembali menjadi perhatian besar setelah muncul wabah di wilayah Four Corners, Amerika Serikat. Wabah tersebut menyebabkan beberapa orang meninggal akibat gangguan pernapasan berat yang kemudian dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Sejak saat itu, penelitian mengenai hantavirus semakin berkembang di berbagai negara.

Gejala hantavirus biasanya dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh lemas. Dalam kondisi berat, pasien dapat mengalami gagal napas atau gagal ginjal yang berpotensi mematikan. Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk hantavirus sehingga penanganan lebih fokus pada perawatan intensif dan deteksi dini.

Baca Juga  Amankah Tidur dengan Kipas Angin Menyala Semalaman? Simak Faktanya

Cara utama mencegah hantavirus adalah dengan mengurangi kontak dengan hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan. WHO dan CDC menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi tikus.

Meski tergolong langka, hantavirus tetap dianggap berbahaya karena tingkat kematiannya cukup tinggi pada beberapa kasus. Termasuk yang baru-baru ini terjadi di sebuah kapal pesiar yang tengah berlayar di Cape Verde. Tiga orang meninggal akibat virus yang satu ini.

Hantavirus hantavirus disebarkan tikus penyebab hantavirus virus wabah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleUsai Temui KPK, Mensos Ngaku Dapat Masukan untuk Program Sekolah Rakyat
Next Article Pertamina dan Badan Gizi Nasional Sinergikan Minyak Jelantah Jadi Energi Rendah Karbon

Berita Lainnya

Amankah Tidur dengan Kipas Angin Menyala Semalaman? Simak Faktanya

11 Juni 2026 / 09:51 WIB

Manfaat Kwaci Bunga Matahari untuk Kesehatan, Camilan Renyah yang Kaya Nutrisi

10 Juni 2026 / 15:12 WIB

Penyakit Jantung Bisa Dicegah, Dokter Ungkap 5 Kebiasaan Sederhana yang Paling Berpengaruh

06 Juni 2026 / 05:02 WIB

Daun Sambiloto: Tanaman Herbal Pahit dengan Segudang Manfaat Kesehatan yang Jarang Diketahui

05 Juni 2026 / 13:29 WIB

Jangan Buang Kulit Buah Naga! Bisa Bantu Turunkan Kolesterol dan Gula Darah

04 Juni 2026 / 20:11 WIB

Waspada Air Tawar Ternyata Bisa Mengandung Parasit yang Memicu Penyakit

04 Juni 2026 / 03:55 WIB
Form Komentar Cancel Reply

PGN Garap Studi CCS dan Transportasi CO₂ untuk Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon

Galuh Parantri22 Mei 2026 / 16:30 WIB

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini di Sini

12 Juni 2026 / 08:10 WIB

Fabio Capello Prediksi Peta Persaingan Juara Piala Dunia 2026

12 Juni 2026 / 08:00 WIB

Lokasi Layanan Samsat Keliling 12 Juni 2026

12 Juni 2026 / 07:48 WIB

IHSG Berpeluang Rebound ke 5.950, Phintraco Sekuritas Pilih ISAT, EXCL hingga AADI

12 Juni 2026 / 07:40 WIB

Lokasi Layanan SIM Keliling 12 Juni 2026

12 Juni 2026 / 07:39 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.