Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Sosial Syaifullah Yusuf datangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat 8 Mei 2026, tepatnya pukul 09.33 WIB.
Maksud kedatangannya kali ini bukanlah terkait proses hukum, namun bertujuan untuk konsultasi tekait pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial.
“Silaturahmi, konsultasi, minta nasihat, dan sekaligus menyampaikan perkembagan pengadaan barang dan jasa di kemensos,” kata Mensos yang sempat menemui awak media sebelum masuk gedung KPK.
Kedatangannya kali ini, ia ditemani oleh Wamensos Agus Jabo, beserta sekjen, seluruh dirjen, kepala biro dan direktur yang memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan barang dan jasa.
Ia menekankan, bahwa kementeriannya secara aktif dan terbuka mengajak seluruh lembaga terkait untuk mendukung dan mengawasi program yang kini menjadi prioritas nasional.
“Oleh karena itu kami sejak awal sudah menyatakan terbuka, dan menyampaikan segala hal yang sudah kami lakukan kepada publik, maupun kepada lembaga pemeriksa seperti BPK, atau BPKP Juga non pemerintah untuk mengawasi dan ikut mengawal pelaksanaan pengadan barang di lingkungan kemensos,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, nama Gus Ipul menjadi sorotan lantaran nilai pengadaan sepatu yang nilainya mencapai Rp27 miliar.
Nilai tersebut dianggap publik terlalu berlebihan lantaran pengadaan sepasang sepatu untuk mendukung program Sekolah Rakyat senilai Rp700 ribu per pasang

