Jakarta (tutur.co.id) — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan berbalik melemah pada perdagangan Rabu (6/5/2026), setelah sebelumnya menguat 1,22% ke level 7.057 disertai lonjakan volume pembelian.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai posisi IHSG saat ini berada dalam fase teknikal wave [v] dari wave A dari wave (2), yang membuka peluang koreksi dalam waktu dekat.
“IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645–6.838, meskipun jika menguat dapat mencermati 7.143–7.188 sebagai target terdekat,” ujarnya.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada area support 6.838–6.745 dan resistance 7.022–7.240. Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas melihat indeks masih berpotensi menguat terbatas dengan kisaran 6.950–7.160.
Untuk strategi perdagangan, Pilarmas merekomendasikan saham BRPT, INDY, dan BBNI sebagai pilihan menarik. Di sisi lain, MNC Sekuritas memilih ADMR, INDF, RMKE, dan UNTR dengan pendekatan trading berbasis teknikal.
Herditya menyarankan strategi buy on weakness untuk ADMR di kisaran 1.825–1.860 dengan target hingga 2.090 dan stop loss di bawah 1.780. Saham INDF juga direkomendasikan buy on weakness pada 6.800–6.950 dengan target 7.200.
Sementara itu, RMKE dinilai menarik untuk trading buy di area 3.000–3.120 dengan target hingga 3.750. Adapun UNTR dapat dicermati pada area 28.175–28.650 dengan potensi kenaikan hingga 30.550.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar disarankan tetap selektif dan disiplin dalam menentukan titik masuk, mengingat potensi koreksi jangka pendek masih membayangi pergerakan IHSG.

