Jakarta (tutur.co.id) — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) buka suara terkait kabar pembelian saham di perusahaan aplikasi ojek online (ojol). Pihak Danantara menegaskan hingga saat ini masih berada pada tahap evaluasi berbagai peluang investasi.
“Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia,” tulis tim komunikasi Danantara dalam keterangan resminya.
Danantara menyebut setiap keputusan investasi akan mempertimbangkan kesesuaian strategis, fundamental, serta profil risiko dan imbal hasil, dengan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang.
Isu ini mencuat setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa Danantara telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojol. Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka jalan bagi penyesuaian kebijakan platform, termasuk penurunan potongan komisi bagi pengemudi.
“Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20% atau 10% ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8% dari yang dikumpulkan,” ujar Dasco.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah menandatangani Perpres Nomor 27 Tahun 2026. Aturan itu menetapkan pemangkasan potongan pendapatan aplikator ojol menjadi maksimal 8%.
Prabowo menilai skema pembagian hasil yang berlaku saat ini belum mencerminkan keadilan bagi pengemudi.
“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10%, harus di bawah 10%,” tegasnya dalam pidato Hari Buruh.

