Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Inflasi April 2026 0,13%, Tarif Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 2026 0,13%, Tarif Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Makro Gusti Tetiro04 Mei 2026 / 14:04 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sejumlah pengendara motor antre mengisi bahan bakar minyak di sebuah SPBU (Foto: Antara/Humas Pertamina)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan, yang mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 pada April 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, secara tahun kalender (year to date/ytd), inflasi tercatat sebesar 1,06%.

“Pada April 2026 inflasi sebesar 0,13% secara bulanan atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026. Secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi sebesar 1,06%,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Ia menjelaskan, kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan 0,99% dan andil 0,12% terhadap inflasi umum. Tarif angkutan udara menjadi kontributor utama dengan andil 0,11%, diikuti bensin sebesar 0,02%.

Selain itu, sejumlah komoditas pangan turut mendorong inflasi, seperti minyak goreng (0,05%), tomat (0,03%), serta beras dan nasi dengan lauk masing-masing sebesar 0,02%.

Namun, tekanan inflasi tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami deflasi, antara lain daging ayam ras (0,11%), emas perhiasan (0,09%), cabai rawit (0,06%), serta telur ayam ras (0,04%).

“Selain itu terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi di April 2026 yaitu daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11%, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09%, cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing 0,06% dan 0,04%,” jelasnya.

Berdasarkan komponen, inflasi April terutama ditopang oleh komponen inti yang naik 0,23% dengan andil 0,15%. Komoditas penyumbangnya meliputi minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, ayam goreng, laptop, dan gula pasir.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,69% dengan andil 0,13%, dipicu tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, serta sigaret kretek mesin.

Baca Juga  KPK Masih Kejar Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim

Di sisi lain, komponen harga bergejolak mencatat deflasi 0,88% dengan andil minus 0,15%, terutama disebabkan penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan cabai merah.

data BPS ekonomi Indonesia harga konsumen headline inflasi April 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Wajahnya Muncul di Iklan Kue Berbasis AI, Megawati: Saya Ketawa Betul
Next Article Neraca Dagang RI Surplus US$3,32 Miliar, Tren Positif Berlanjut 71 Bulan

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

OECD Tinjau Pengawasan Kimia di Tanjung Priok, Bea Cukai Indonesia Diuji

Ahmad Nuryaman06 Juli 2026 / 23:39 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.