Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat di kisaran 6.850–7.100 pada perdagangan awal pekan ini. Pelaku pasar masih cenderung wait and see menanti rilis data penting seperti inflasi April dan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026.
Technical Analyst PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia Axmal Fauza menilai tekanan eksternal dan domestik masih membayangi pasar, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah.
“Rupiah diproyeksikan melemah di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS. Tekanan ini dipicu keperkasaan dolar, ketegangan geopolitik Timur Tengah, serta memburuknya prospek fiskal makroekonomi domestik,” ujarnya.
Sepanjang pekan ini, pasar akan diwarnai sejumlah rilis data penting, mulai dari neraca perdagangan dan inflasi Indonesia, pertumbuhan PDB kuartal I, hingga data tenaga kerja Amerika Serikat seperti Non-Farm Payrolls.
Dari sisi global, sentimen datang dari pasar saham Amerika Serikat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 mencetak penguatan, didorong kinerja solid sektor teknologi dan optimisme terhadap tema kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bergerak melemah tipis di tengah rotasi sektor.
Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dan sempat menyentuh level Rp17.346 per dolar AS. Pelaku pasar juga mencermati rilis data cadangan devisa serta inflasi yang dijadwalkan awal pekan ini.
Dari pasar komoditas, harga aluminium tercatat naik hingga US$3.520 per ton, dipicu gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah dan tingginya biaya energi, di tengah permintaan yang tetap kuat dari China.
Dalam kondisi tersebut, Korea Investment & Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham HMSP dan TKIM. HMSP disarankan beli dengan target harga 780–805, entry di kisaran 725–735, serta stop loss di 705. Sementara TKIM direkomendasikan beli dengan target 9.025–9.225, entry di 8.450–8.550, dan stop loss di 8.225.
Sementara itu, Sinarmas Sekuritas melihat pasar masih dibayangi sentimen domestik dan global, namun tetap membuka peluang trading jangka pendek. Rekomendasi yang diberikan antara lain AKRA dengan target 1.625–1.685, TAPG di kisaran 2.150–2.200, serta ADRO dengan target 2.580–2.640.

