Jakarta (tutur.co.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat proses pemulihan bagi para pelanggan yang terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 76 dari 106 pelanggan yang terdampak telah dinyatakan pulih dan diizinkan kembali ke rumah masing-masing.
Sementara itu, 24 pelanggan lainnya masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit. KAI memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung penuh oleh perusahaan, serta pendampingan keluarga terus dilakukan secara aktif.
Tak hanya perawatan fisik, KAI juga menghadirkan layanan trauma healing bagi para korban dan keluarganya.
“Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi,” kata Anne Purba, VP Corporate Communication KAI dalam keterangan tertulisnya.
Layanan ini diberikan secara bertahap di Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur yang masih beroperasi hingga 11 Mei 2026.
Di sisi lain, kepedulian KAI juga menyentuh keberlanjutan hidup keluarga korban. Jaminan pendidikan diberikan kepada anak-anak dari pelanggan yang meninggal dunia, agar masa depan mereka tetap terjamin meski kehilangan orang tua.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan duka mendalam dan memastikan pendampingan berkelanjutan.
“Doa dan kepedulian yang terus hadir menjadi penguat bagi kami untuk menjaga keselamatan ke depan,” tutup Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

