Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Rupiah Tembus Rekor Terlemah Rp17.326, Sentimen Domestik Jadi Biang Tekanan

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Rp17.326, Sentimen Domestik Jadi Biang Tekanan

Market Gusti Tetiro30 April 2026 / 07:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Nilai tukar rupiah kembali terpukul di penghujung April 2026. Pada perdagangan Rabu (29/4/2026), mata uang Garuda ditutup melemah tajam 83 poin atau 0,48% ke level Rp17.326 per dolar Amerika Serikat (AS)—menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah.

Bahkan di sesi pagi, rupiah sempat menyentuh level Rp17.341 per dolar AS, menandai tekanan yang semakin dalam di pasar valuta asing. Tren serupa juga tercermin pada kurs referensi Jisdor yang dirilis Bank Indonesia, yang melemah ke Rp17.324 per dolar AS—juga menjadi rekor terendah baru.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah kali ini tidak semata dipicu faktor global. Ia justru menyoroti dominasi sentimen domestik sebagai sumber tekanan utama.

Menurutnya, keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga, penurunan cadangan devisa, serta belum jelasnya langkah fiskal pemerintah menjadi kombinasi faktor yang membebani rupiah.

“Tekanan kuat pada rupiah lebih mencerminkan kekhawatiran domestik,” ujarnya.

Dari sisi eksternal, kenaikan harga minyak mentah dunia turut memperparah tekanan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperbesar kebutuhan devisa untuk impor energi.

Minimnya rilis data ekonomi domestik juga membuat pasar kehilangan katalis positif. Akibatnya, rupiah cenderung bergerak tanpa penopang di tengah tekanan yang terus meningkat.

Untuk perdagangan Kamis (30/4/2026), pelaku pasar akan mengalihkan fokus pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Meskipun suku bunga acuan diperkirakan tetap, arah kebijakan dan nada pernyataan bank sentral AS menjadi penentu berikutnya.

Lukman memperkirakan, jika Federal Reserve mengeluarkan sinyal hawkish, tekanan terhadap rupiah bisa berlanjut. Sebaliknya, peluang penguatan baru terbuka jika ada sentimen positif seperti meredanya tensi geopolitik atau sikap The Fed yang lebih dovish.

Baca Juga  IHSG dalam Tekanan Terbatas, Saham Sektor Energi dan Tambang Jadi Pilihan

Dalam jangka pendek, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.250 hingga Rp17.400 per dolar AS—dengan bias masih cenderung melemah.

bank indonesia FOMC kurs dolar AS rupiah melemah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePrabowo Ultimatum Pejabat Tak Patriotik: Tidak Ada Tempat di Sekitar Saya
Next Article Lokasi Layanan SIM Keliling 30 April 2026

Berita Lainnya

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Benny Kabur Harman Dukung Penyegelan Tiffany & Co oleh Bea Cukai, Dinilai Sejalan Komitmen Berantas Mafia Impor

Gusti Tetiro17 Februari 2026 / 06:26 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.