Jakarta (tutur.co.id) – Sebanyak 52 kapal melintasi perairan Iran tanpa hambatan di tengah-tengah blokade Amerika Serikat (AS). Tampaknya gembar-gembor Presiden Donald Trump untuk menguasai perairan Iran hanya isapan jempol. Buktinya kapal-kapal Iran lewat melenggang tanpa hambatan.
Dari laporan Fars News Agency, Rabu 29 April 2026, selama periode waktu 72 jam sebanyak 31 kapal tanker dan 21 kapal kargo melintas Perairan Iran. Dan tampaknya Angkatan Laut AS tak melakukan usaha apapun untuk membuktikan sesumbarnya bakal memblokade perairan Iran untuk melumpuhkan Teheran.
Situasi di Kawasan Teluk yang sempat sedikit tenang dengan adanya gencatan senjata memang sempat dikhawatirkan akan kembali memanas. Pasalnya, dua kali usaha negosiasi selalu berujung kegagalan. Pada negosiasi pertama tak ada titik temu. Di percobaan ke-2 bahkan Iran memilih ogah hadir ke Islamabad.
Teheran sendiri mengaku bersedia bertemu dengan delegasi Paman Sam selama proposal negosiasi yang mereka ajukan diterima Washington. Namun kabar terakhir, Trump tampak keberatan dengan proposal Iran. Bahkan Trump kembali bernyanyi dengan mengatakan kesabarannya telah hilang.
Blokade Laut terhadap Iran
AS sendiri memutuskan untuk memblokade perairan di sekitar Iran dengan tujuan agar akses ke Selat Hormuz dibuka dan menghentikan ekspor minyak Iran yang dinilai melanggar sanksi.
Awalnya, blokade yang dilakukan Iran ini diprediksikan Trump akan membatasi ekspor minyak Iran dan memicu penumpukan jutaan barel minyak di pelabuhan.
Iran sendiri menyatakan siap membuka jalur Selat Hormuz jika AS terlebih dahulu mencabut blokade laut tersebut.

