Berlin (Tutur.co.id) – Pemerintah Jerman membuka kemungkinan untuk terlibat dalam upaya pengamanan jalur pelayaran di kawasan Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz. Namun, keterlibatan tersebut disebut baru akan dipertimbangkan setelah konflik di kawasan berakhir.
Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyatakan bahwa partisipasi negaranya dapat berupa misi non-tempur, seperti pembersihan ranjau atau operasi serupa guna memastikan keamanan pelayaran.
“Kami juga mungkin terlibat dalam operasi di Selat Hormuz, misalnya dalam misi pembersihan ranjau,” ujar Dobrindt kepada penyiar ARD, Kamis (19/3/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Jerman tidak terlibat dalam konflik yang saat ini berlangsung di Timur Tengah. Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik tersebut “bukan perang Jerman”.
“Kami bukan bagian dari konflik ini. Kami tidak dilibatkan dan tidak dikonsultasikan sebelumnya,” kata Dobrindt, menegaskan posisi negaranya yang memilih tetap berada di luar konflik.
Terkait dampak konflik terhadap migrasi, Dobrindt menyebut situasi masih belum dapat dipastikan. Namun, sejauh ini belum terlihat adanya lonjakan signifikan migrasi dari Iran ke Eropa.
Di tengah dinamika tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyerukan kepada sejumlah negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, untuk mengirimkan kapal perang guna menjaga keamanan navigasi di Selat Hormuz.
Namun, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa saat ini belum siap untuk mengirim armada ke kawasan tersebut.
Ketegangan di Timur Tengah sendiri meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan, sehingga memperpanjang eskalasi konflik yang berdampak pada keamanan jalur pelayaran global.

