Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Jerman Pertimbangkan Ikut Misi Pembersihan Ranjau Selat Hormuz

Jerman Pertimbangkan Ikut Misi Pembersihan Ranjau Selat Hormuz

Internasional Deba Salamah20 Maret 2026 / 05:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Lalu lintas Selat Hormuz (Foto: Tutur/AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Berlin (Tutur.co.id) – Pemerintah Jerman membuka kemungkinan untuk terlibat dalam upaya pengamanan jalur pelayaran di kawasan Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz. Namun, keterlibatan tersebut disebut baru akan dipertimbangkan setelah konflik di kawasan berakhir.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyatakan bahwa partisipasi negaranya dapat berupa misi non-tempur, seperti pembersihan ranjau atau operasi serupa guna memastikan keamanan pelayaran.

“Kami juga mungkin terlibat dalam operasi di Selat Hormuz, misalnya dalam misi pembersihan ranjau,” ujar Dobrindt kepada penyiar ARD, Kamis (19/3/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Jerman tidak terlibat dalam konflik yang saat ini berlangsung di Timur Tengah. Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik tersebut “bukan perang Jerman”.

“Kami bukan bagian dari konflik ini. Kami tidak dilibatkan dan tidak dikonsultasikan sebelumnya,” kata Dobrindt, menegaskan posisi negaranya yang memilih tetap berada di luar konflik.

Terkait dampak konflik terhadap migrasi, Dobrindt menyebut situasi masih belum dapat dipastikan. Namun, sejauh ini belum terlihat adanya lonjakan signifikan migrasi dari Iran ke Eropa.

Di tengah dinamika tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyerukan kepada sejumlah negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, untuk mengirimkan kapal perang guna menjaga keamanan navigasi di Selat Hormuz.

Namun, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa saat ini belum siap untuk mengirim armada ke kawasan tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah sendiri meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan, sehingga memperpanjang eskalasi konflik yang berdampak pada keamanan jalur pelayaran global.

Baca Juga  Isi Lengkap Pesan Ramadan Donald Trump untuk Umat Muslim Dunia
iran Jerman selat hormuz Teluk Persia Timur Tengah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSebanyak 1,3 Juta Kendaraan Melintas di Tol Tangerang-Merak
Next Article MRT Jakarta Terapkan Tarif Khusus Rp1 Selama Libur Lebaran

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB

Tensi Kawasan Teluk Kembali Memanas, Dubes Yaman Sowan Anis Matta

15 Juli 2026 / 19:55 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Tema, Logo, dan Maknanya bagi Generasi Masa Kini

Galuh Parantri18 Mei 2026 / 12:25 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.