Jakarta (tutur.co.id)- Kasus dugaan kekerasan di daycare di Yogyakarta menjadi pengingat penting bagi banyak orang tua bahwa memilih tempat penitipan anak bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal keamanan, kepercayaan, dan kualitas pengasuhan.
Agar lebih waspada, berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan sebelum memilih daycare:
Cek legalitas dan izin operasional
Pastikan daycare memiliki izin resmi dan terdaftar. Tempat yang legal biasanya juga memiliki standar operasional yang lebih jelas, termasuk dalam hal keamanan dan pengasuhan anak.
Perhatikan rasio pengasuh dan anak
Jumlah pengasuh harus sebanding dengan jumlah anak. Jika terlalu banyak anak dalam satu pengawasan, risiko pengabaian atau perlakuan tidak maksimal bisa meningkat.
Amati interaksi pengasuh dengan anak
Saat survei, perhatikan bagaimana pengasuh berbicara dan bersikap kepada anak-anak. Apakah mereka sabar, hangat, dan responsif? Ini bisa menjadi indikator penting kualitas pengasuhan.
Pastikan ada sistem pengawasan (CCTV) yang transparan
Daycare yang baik biasanya memiliki CCTV dan terbuka soal akses pemantauan bagi orang tua. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan.
Cek kebijakan komunikasi dengan orang tua
Tempat penitipan yang profesional biasanya rutin memberikan update—baik melalui laporan harian, foto, atau komunikasi langsung. Orang tua tidak boleh “kehilangan akses” terhadap aktivitas anaknya.
Perhatikan kebersihan dan keamanan lingkungan
Lingkungan harus bersih, aman, dan ramah anak. Periksa juga apakah ada prosedur keselamatan yang jelas, seperti penanganan darurat atau akses keluar-masuk yang terkontrol.
Kenali tanda-tanda perubahan pada anak (red flags)
Setelah anak mulai dititipkan, perhatikan perubahan perilaku. Misalnya: anak tiba-tiba takut pergi ke daycare, menjadi lebih pendiam, atau menunjukkan tanda stres. Ini bisa menjadi sinyal yang perlu ditindaklanjuti.
Memilih daycare memang tidak pernah mudah. Namun dengan lebih teliti dan peka, orang tua bisa meminimalkan risiko dan memastikan anak berada di lingkungan yang aman.
Yang terpenting, jangan ragu untuk percaya pada insting sebagai orang tua. Jika terasa ada yang tidak beres, itu layak untuk diperiksa lebih lanjut.

