Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 28 April 2026. Tingginya minat investor tercermin dari total penawaran masuk yang mencapai Rp74,95 triliun.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, seri FR0109 menjadi kontributor terbesar dengan penyerapan Rp15,75 triliun dari penawaran Rp34,74 triliun. Seri ini mencatatkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,63% dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.
Seri lainnya yang juga mencatat serapan signifikan adalah FR0107 sebesar Rp5,15 triliun (yield 6,74%, jatuh tempo 2045) dan SPN12270429 sebesar Rp4,4 triliun (yield 5,55%, jatuh tempo 2027).
Pemerintah juga memenangkan lelang untuk seri FR0102 sebesar Rp3,6 triliun (yield 6,86%, jatuh tempo 2054), FR0108 Rp3,25 triliun (yield 6,80%, jatuh tempo 2036), serta FR0106 Rp2,7 triliun (yield 6,81%, jatuh tempo 2040).
Sementara itu, seri jangka pendek SPN12260730 menyerap Rp2,4 triliun dengan yield 5,40% (jatuh tempo Juli 2026), disusul FR0105 sebesar Rp1,75 triliun (yield 6,87%, jatuh tempo 2064), dan SPN01260530 sebesar Rp1 triliun (yield 4,89%, jatuh tempo Mei 2026).
Hasil lelang ini menunjukkan minat investor terhadap instrumen utang pemerintah masih kuat, di tengah dinamika pasar global dan ketidakpastian suku bunga. Pemerintah juga tetap selektif dalam menyerap dana, dengan mempertimbangkan biaya utang dan strategi pembiayaan APBN.

