Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Purbaya, Airlangga, Luhut Siapkan KEK Keuangan Bali, Peluang atau Risiko Baru Ekonomi RI?

Purbaya, Airlangga, Luhut Siapkan KEK Keuangan Bali, Peluang atau Risiko Baru Ekonomi RI?

Finance Gusti Tetiro29 April 2026 / 11:28 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: instagram airlanggahartarto_official)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Pemerintah Indonesia tengah menggodok rencana besar: membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan atau Indonesia Financial Center di Bali. Proyek ini digadang-gadang akan mengadopsi model seperti Dubai International Financial Centre—sebuah pusat keuangan global yang selama ini menjadi magnet investasi dunia.

Langkah ini muncul di tengah lanskap global yang berubah cepat. Fragmentasi geopolitik, mengetatnya likuiditas dolar, hingga pergeseran arus modal membuat banyak negara berlomba menciptakan “gerbang baru” bagi investasi internasional. Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Bali memiliki daya tarik strategis untuk menjadi pusat keuangan global. Selain faktor geopolitik, positioning Bali sebagai destinasi internasional dinilai bisa mempercepat integrasi dengan pelaku keuangan global.

Di saat yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa konsep yang dikembangkan bukan sekadar family office, melainkan KEK jasa keuangan yang lebih komprehensif. Pemerintah bahkan menargetkan pembangunan bisa dikebut dalam waktu relatif cepat, dengan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.

Namun, di balik ambisi tersebut, muncul catatan kritis. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengingatkan bahwa meniru Dubai bukan perkara sederhana. DIFC bukan hanya kawasan bisnis, tetapi ekosistem dengan rezim hukum, regulator, dan tata kelola yang berbeda dari sistem nasionalnya.

Selama ini, ironi besar memang terjadi: ekonomi Indonesia tergolong besar, tetapi aktivitas keuangannya justru banyak berlangsung di luar negeri, seperti di Singapura dan Hong Kong. KEK keuangan diharapkan bisa “memulangkan” fungsi intermediasi tersebut ke dalam negeri.

Di sisi lain, risiko yang mengintai tidak kecil. Jika tidak dirancang hati-hati, KEK ini berpotensi menciptakan dualisme ekonomi—sebuah enclave modern yang terhubung dengan pasar global, sementara sistem domestik tertinggal. “Bukan soal gagal, tapi jika berhasil tanpa integrasi, kita bisa punya ‘dua Indonesia’,” kata Fakhrul.

Baca Juga  Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Pemerintah saat ini masih menyusun regulasi, termasuk kemungkinan pembentukan otoritas khusus dan satuan tugas (Satgas). Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut pembentukan badan tersebut akan segera dilakukan untuk mempercepat realisasi proyek.

Wacana ini sendiri bukan hal baru. Gagasan awalnya muncul sejak era Luhut Binsar Pandjaitan pada 2024 melalui konsep family office. Kini, konsep itu berevolusi menjadi lebih besar—sebuah pusat keuangan internasional berbasis KEK.

Pada akhirnya, keberhasilan proyek ini tidak hanya ditentukan oleh insentif pajak atau regulasi longgar. Seperti pengalaman global, kepercayaan investor dibangun dari konsistensi kebijakan dan kredibilitas jangka panjang—dua hal yang tidak bisa diimpor, melainkan harus dibuktikan.

Jika berhasil, Bali bisa menjadi pintu baru arus modal global. Namun jika gagal, proyek ini berisiko menjadi sekadar ambisi besar tanpa dampak struktural yang nyata.

headline Indonesia Financial Center investasi global KEK keuangan Bali pusat keuangan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePemerintah Serap Rp40 Triliun dari Lelang SUN, Permintaan Tembus Rp74,9 Triliun
Next Article Bukalapak Kembali Masuk Zona Merah, Beban Operasional Gerus Laba Jadi Rugi

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Layanan Samsat Keliling 19 Januari 2026 Jabodetabek

Galuh Parantri19 Januari 2026 / 08:13 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.